Pemprov Riau Tekankan Gotong Royong Jaga Gambut Tanjung Leban Cegah Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 14:08:47 WIB
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

BENGKALIS (RA) – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tidak hanya dilakukan saat api muncul. Pemerintah Provinsi Riau mendorong penguatan pencegahan melalui pemulihan dan penjagaan ekosistem gambut secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat mendampingi Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni meninjau kawasan gambut di Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/9/2026).

SF Hariyanto mengatakan, pemulihan gambut tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Tata air harus terus dijaga, sementara masyarakat perlu dilibatkan dalam pemeliharaan kawasan yang telah dipulihkan.

“Bagi saya, hari ini adalah gotong royong. Sebagaimana yang pernah disampaikan Bapak Presiden, seperti inilah yang harus kita kerjakan dan kita pertahankan. Kita tidak hanya hadir ketika ada persoalan, tetapi bagaimana sejak awal kita menjaga, memulihkan yang sudah terganggu, dan memastikan masyarakat ikut menjadi bagian dari pekerjaan ini,” kata SF Hariyanto.

Menurutnya, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan dengan menjaga kawasan gambut sekaligus memastikan hasil pemulihan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Tata Air Gambut Harus Dijaga

SF Hariyanto menyebut Tanjung Leban dapat menjadi pembelajaran dalam pengelolaan kawasan gambut di wilayah lainnya.

Ia menegaskan, proses restorasi tidak berhenti setelah pembangunan program maupun infrastruktur selesai. Pemeliharaan harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama terhadap tata air gambut.

“Pengalaman di Tanjung Leban ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa pemulihan gambut harus dijaga secara berkelanjutan. Tidak cukup hanya dengan program dan infrastruktur, tetapi tata airnya juga harus dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, infrastruktur tata air merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi kawasan gambut yang telah dipulihkan.

Karena itu, sarana yang sudah dibangun harus terus dikelola dan dipelihara agar tetap berfungsi sesuai tujuan pemulihan ekosistem.

Apresiasi Kehadiran Menteri Kehutanan

Dalam kesempatan tersebut, SF Hariyanto juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang turun langsung meninjau kondisi gambut di Tanjung Leban.

“Kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Bapak Menhut RI yang telah berkenan hadir langsung bersama kita di Tanjung Leban hari ini. Kehadiran Bapak Menteri memberikan dorongan semangat dan dukungan moral yang sangat penting bagi Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Bengkalis,” ucapnya.

SF Hariyanto menambahkan, agenda di Tanjung Leban bukan hanya berkaitan dengan satu lokasi restorasi. Kawasan gambut yang telah dipulihkan harus terus dijaga agar fungsi ekologisnya tetap berjalan.

Keterlibatan masyarakat, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem gambut.

“Agenda yang kita lakukan hari ini bukan sekadar mengenai satu lokasi restorasi, melainkan bagaimana gambut yang telah kita pulihkan dapat terus terjaga tata airnya, tetap berfungsi secara ekologis, dan masyarakat terus terlibat aktif dalam menjaga ekosistemnya,” pungkas SF Hariyanto.

Tags

Terkini

Terpopuler