INHU (RA) - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan agenda penyampaian pengantar nota keuangan dan Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sempat molor sekitar satu setengah jam, Kamis (24/9/2026).
Rapat yang dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB di Aula Lantai II Kantor Sementara DPRD Inhu itu baru dapat dimulai sekitar pukul 11.30 WIB.
Penundaan terjadi karena jumlah anggota DPRD yang hadir pada awalnya belum memenuhi kuorum. Dari total 40 anggota DPRD Inhu, tercatat 21 orang hadir hingga akhirnya rapat dinyatakan memenuhi kuorum dan dapat dilanjutkan.
Ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD tersebut menjadi perhatian karena rapat membahas perubahan APBD 2026 yang berkaitan dengan arah anggaran dan pembangunan daerah.
Berdasarkan daftar absensi, ketidakhadiran anggota dari Fraksi Partai Golkar DPRD Inhu menjadi salah satu yang mencolok.
Tidak terlihat satu pun anggota Fraksi Golkar hadir dalam rapat paripurna tersebut.
Ketua DPD II Partai Golkar Inhu sekaligus anggota Fraksi Golkar DPRD Inhu, Arsadi, membantah adanya instruksi dari partai untuk tidak menghadiri rapat atau melakukan boikot.
"Tidak, tidak ada instruksi atau arahan itu. Ini hanya karena ada kegiatan lain saja yang kebetulan jadwalnya bersamaan. Seperti saya yang tidak dapat diwakili dalam kegiatan di Pekanbaru, besok saya sudah pulang," tegas Arsadi saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Inhu Hj Risma Agustina belum memberikan keterangan mengenai ketidakhadiran seluruh anggota fraksinya.
Upaya konfirmasi melalui pesan singkat ke nomor selulernya juga belum mendapat respons hingga berita ini ditulis.
Setelah rapat memenuhi kuorum, agenda dilanjutkan dengan penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Dalam agenda tersebut, Fraksi Golkar tercatat mengambil sikap abstain.
Rangkaian rapat kemudian dilanjutkan dengan agenda Jawaban Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan Fraksi Golkar memilih abstain dalam agenda tersebut.