Antrean Solar Makin Panjang, DPRD Pekanbaru Usul Jadwal Khusus SPBU

Sabtu, 19 September 2026 | 07:08:52 WIB
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal, MM.

PEKANBARU (RA) - Antrean kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di sejumlah SPBU Kota Pekanbaru semakin menjadi keluhan masyarakat. Kondisi tersebut mendapat perhatian DPRD Kota Pekanbaru.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal, MM, meminta Pertamina mencari solusi agar masyarakat pengguna solar tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean.

Menurut Nofrizal, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membuat jadwal khusus pengisian solar di setiap SPBU. Jadwal tersebut perlu disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing SPBU dan diatur berbeda setiap harinya.

"Sampai saat ini banyak masyarakat mengeluhkan susahnya mendapatkan ataupun mengisi BBM jenis solar bersubsidi di setiap SPBU. Maka dari itu, kita meminta pihak Pertamina bisa mencari solusi terbaik agar masyarakat pengguna BBM jenis solar tidak mengantri selama berjam-jam di SPBU," ujar Nofrizal, Sabtu (19/9/2026).

Ia menilai pengaturan jadwal dapat mencegah penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu. Masyarakat juga dapat mengetahui waktu penyaluran solar sehingga bisa menyesuaikan waktu pengisian di SPBU.

"Menurut kita, agar tidak terjadi kelangkaan antrean panjang untuk pengisian BBM jenis solar di setiap SPBU pada jam sibuk, untuk itu pihak Pertamina harus mendata kembali dan membuat jadwal pengisian BBM jenis solar di setiap SPBU dengan waktu yang berbeda setiap harinya," katanya.

Nofrizal meminta jadwal tersebut diumumkan secara terbuka kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi penting agar pengguna solar dapat mengatur waktu dan tidak datang bersamaan ke SPBU.

"Pengaturan waktu pengisian BBM jenis solar yang berbeda di setiap SPBU, saya rasa hal ini bisa mengurangi antrean panjang, sehingga masyarakat tidak lagi mengeluh dalam pengisian BBM jenis solar bersubsidi di setiap SPBU," ujarnya.

Selain pengaturan jadwal, DPRD juga meminta Pertamina mengevaluasi pembatasan kuota solar bersubsidi di setiap SPBU. Nofrizal menilai kebutuhan solar di masyarakat masih tinggi sehingga kuota perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Terkait adanya pembatasan kuota yang ditetapkan pihak Pertamina di setiap SPBU, maka pembatasan kuota ini perlu juga dievaluasi kembali oleh pihak Pertamina, sebab kebutuhan BBM jenis solar ini sangat tinggi," katanya.

Ia juga meminta pengawasan penyaluran solar bersubsidi diperketat untuk mencegah adanya oknum yang menyalahgunakan atau memainkan distribusi BBM bersubsidi.

"Di samping itu, pengawasan ekstra juga diperlukan pihak Pertamina agar tidak ada oknum yang bermain dalam pengisian BBM jenis solar bersubsidi di SPBU," harap Nofrizal.

Terkini

Terpopuler