Kualitas Udara Tak Sehat, SMA-SMK di Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Rabu, 16 September 2026 | 21:27:00 WIB
Ilustrasi.

RIAU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA dan SMK di Kota Pekanbaru.

Kebijakan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi kualitas udara di Pekanbaru yang tercatat berada dalam kategori tidak sehat pada Rabu (16/9/2026) pagi.

Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya, mengatakan PJJ diberlakukan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (16-18/9/2026).

"Berlaku tiga hari. Mulai hari ini sampai Jumat. Jadi anak-anak SMA sederajat di Pekanbaru akan kembali sekolah tatap muka pada Senin mendatang, dengan tetap melihat perkembangan kualitas udara," kata Erisman.

Sementara itu, untuk kabupaten/kota lainnya, penerapan PJJ dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Gubernur Riau Nomor 100.3.4/17/SETDA/2026 tanggal 24 Agustus 2026.

Dalam surat edaran tersebut, satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB dapat menerapkan PJJ dengan mempertimbangkan kebijakan kepala daerah masing-masing serta data kondisi kualitas udara dari lembaga terkait, termasuk BMKG.

"Penyesuaian yang mengikuti kebijakan kabupaten kota ini diambil dikarenakan kondisi daerah tidak selalu sama di seluruh wilayah Provinsi Riau. Sehingga kebijakan harus disesuaikan dengan kondisi kualitas udara pada lokasi daerah masing-masing," jelasnya.

Erisman juga mengimbau satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta yang masih melaksanakan pembelajaran tatap muka agar meminta peserta didik menggunakan alat pelindung pernapasan, seperti masker.

Selain itu, siswa dan tenaga pendidik diminta menjaga kesehatan serta daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, cukup beristirahat dan mengonsumsi air minum yang cukup.

"Apabila terdapat keperluan mendesak yang mengharuskan melakukan aktivitas luar ruangan agar dapat dilengkapi dengan alat pelindung pernapasan seperti masker dan alat lainnya," pungkas Erisman.

Tags

Terkini

Terpopuler