PWI Riau Gelar Diskusi Masa Depan Pers dan Anugerah LKTJ Ali Kelana

Senin, 14 September 2026 | 16:20:01 WIB
Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar.

PEKANBARU (RA) - Dunia pers terus menghadapi perubahan besar seiring pesatnya perkembangan internet dan media sosial. Kehadiran berbagai platform digital membuat pers arus utama dituntut terus berinovasi agar mampu bertahan di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Kondisi serupa juga terjadi di Riau. Pertumbuhan media berbasis internet dan media sosial semakin pesat, sementara media arus utama menghadapi tekanan dari sisi pendapatan iklan, advertorial, hingga sumber pendapatan tradisional lainnya.

Secara kuantitatif, jumlah media terus bertambah. Namun, di sisi lain, tantangan menjaga kualitas jurnalistik sekaligus mempertahankan keberlangsungan ekonomi media juga semakin besar.

Menyikapi kondisi tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau akan menggelar diskusi bertajuk "Tantangan dan Masa Depan Pers Riau" di Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan ini dirangkai dengan pengumuman dan penyerahan hadiah Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Ali Kelana 2026 yang didukung penuh oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Diskusi menghadirkan Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, Erwin Ardian, serta akademisi FISIPOL Universitas Riau (Unri), Suyanto SSos MSc PhD. Keduanya akan membahas berbagai tantangan yang dihadapi dunia pers, khususnya di Riau.

Diskusi tersebut akan dipandu langsung oleh Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar.

"Kami sengaja menyelenggarakan diskusi ini bersamaan dengan pemberian hadiah Anugerah LKTJ Ali Kelana PWI Riau yang merupakan lomba tahunan bagi wartawan anggota PWI Riau. Diskusi ini penting untuk membedah tantangan pers Riau ke depan, termasuk kaitannya dengan kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan," kata Raja Isyam didampingi Sekretaris PWI Riau N. Doni Dwi Putra dan sejumlah pengurus PWI Riau, Senin (14/9).

Menurut Raja, diskusi tersebut akan membedah secara komprehensif berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi pers Riau, sekaligus mencari solusi agar pers tetap mampu bertahan dan menjalankan peran pentingnya di tengah masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah semakin kuatnya pengaruh media sosial. Konten yang belum melalui proses konfirmasi dan verifikasi terkadang justru lebih cepat mendapatkan perhatian dan kepercayaan publik dibandingkan produk jurnalistik media arus utama yang mengedepankan akurasi, konfirmasi, verifikasi, dan keberimbangan.

"Nah, diskusi nanti akan membahas hal itu. Benarkah masyarakat lebih percaya kerja serius pers atau hanya mencari konten viral yang dikerjakan tanpa verifikasi dan akurasi yang ketat?" tambah Raja Isyam.

LKTJ Jadi Tolok Ukur Kualitas Wartawan

Terkait LKTJ Ali Kelana, Raja Isyam menjelaskan bahwa lomba tersebut telah dibuka sejak Juli hingga 15 Agustus 2026. LKTJ Ali Kelana merupakan agenda tahunan PWI Riau sekaligus salah satu ajang jurnalistik bergengsi bagi anggota PWI Riau.

Saat ini, PWI Riau memiliki lebih dari 1.000 anggota. Melalui LKTJ tersebut, PWI Riau ingin melihat sekaligus mengukur kualitas karya jurnalistik para wartawan di tengah derasnya arus informasi media sosial.

"Dari LKTJ Ali Kelana inilah kami di PWI Riau melihat dan mengukur kualitas karya jurnalistik wartawan di Riau. Dari sini gambaran keseluruhan karya-karya jurnalistik itu bisa dilihat dan dinilai," jelas Raja.

Tahun ini, LKTJ Ali Kelana menyediakan total hadiah sebesar Rp10 juta. Pemenang utama akan mendapatkan trofi bergilir serta hadiah uang tunai Rp7,5 juta. Sementara lima nominator masing-masing mendapatkan Rp500 ribu.

Tiga juri yang bertugas menilai dan memilih karya terbaik yakni Raja Isyam Azwar, Hary B Koriun, dan Muhammad Amin.

Raja juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang telah memberikan dukungan penuh terhadap rangkaian kegiatan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang menyponsori penuh rangkaian kegiatan ini. Semoga sinergitas yang saling menguntungkan ini akan terus terbina," pungkas Raja Isyam.

Tags

Terkini

Terpopuler