PEKANBARU (RA) – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru pada Senin (14/9/2026) pagi. Meski demikian, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru masih berjalan normal.
Executive General Manager (EGM) Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan jarak pandang di kawasan bandara pada pukul 09.13 WIB berada di kisaran 3.700 hingga 4.000 meter.
"Jarak Pandang atau visibility berada pada angka 3.700 - 4.000 meter," kata Achmad, Senin pagi.
Dengan kondisi tersebut, Achmad memastikan operasional penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru masih berlangsung lancar dan aman.
"Aktivitas penerbangan berjalan lancar, aman, dan normal," ujarnya.
Kondisi ini terjadi di tengah kualitas udara Pekanbaru yang kembali memburuk. Pantauan IQAir pada pukul 09.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 173 atau kategori tidak sehat, dengan polutan utama PM2.5 sebesar 87 µg/m³.
Meski jarak pandang di bandara masih berada pada kisaran beberapa kilometer, kondisi visibility tetap menjadi salah satu parameter yang terus dipantau dalam operasional penerbangan.
Sebelumnya, pada Minggu (13/9), kondisi jarak pandang sempat berdampak terhadap penerbangan. Pesawat Lion Air JT292 dari Jakarta yang hendak mendarat di SSK II Pekanbaru dialihkan ke Bandara Hang Nadim, Batam, setelah visibility dinilai tidak memenuhi persyaratan untuk pendaratan saat pesawat melakukan pendekatan.
Namun, untuk kondisi Senin pagi ini, pihak Bandara SSK II memastikan penerbangan masih berjalan lancar, aman dan normal.
Pihak bandara juga terus memantau perkembangan jarak pandang seiring kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Pekanbaru. Kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sehingga pemantauan dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas.