Temui Polisi Malaysia, Kapolda Riau Paparkan Gotong Royong Tangani Karhutla

Rabu, 09 September 2026 | 17:15:00 WIB
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memaparkan upaya penanganan karhutla di Riau kepada jajaran kepolisian Johor dan Melaka, Malaysia.

PEKANBARU (RA) - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memaparkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau kepada jajaran kepolisian Johor dan Melaka, Malaysia.

Sebanyak 3.030 personel dikerahkan untuk menangani ancaman Karhutla di Riau.

Pemaparan itu disampaikan Herry dalam rangkaian pertemuan pimpinan kepolisian Indonesia-Malaysia di Johor Bahru, Selasa (8/9/2026).

Di hadapan polisi Malaysia, Herry menjelaskan penanganan Karhutla di Riau dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur.

Personel di lapangan didukung kendaraan operasional, peralatan pemadaman, alat berat, drone hingga perlengkapan keselamatan.

"Kami ingin menyampaikan kepada sahabat-sahabat kami di Malaysia bahwa Riau bekerja secara serius dan bergotong royong dalam menangani Karhutla. Lebih dari tiga ribu personel dari berbagai unsur bekerja di lapangan, didukung sarana darat, udara dan teknologi," kata Herry.

Herry mengatakan penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Upaya pencegahan dan mitigasi telah dilakukan sejak sebelum memasuki periode rawan kebakaran.

Polda Riau bersama pemerintah daerah, Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan berbagai unsur terkait memperkuat langkah pencegahan, termasuk mengantisipasi dampak cuaca dan ancaman El Nino yang dapat meningkatkan risiko kekeringan.

Berbagai langkah preventif dilakukan, mulai dari sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, pemasangan plang peringatan, patroli di wilayah rawan, pemantauan titik api, pelibatan masyarakat hingga pemanfaatan teknologi.

Kesiapan infrastruktur juga diperkuat. Tercatat ada 19 sumur bor, 1.390 embung air, 1.988 sekat kanal dan 313 menara pantau yang disiapkan untuk mendukung pencegahan maupun penanganan Karhutla.

"Kami bekerja dari hulu sampai hilir. Bukan hanya ketika api muncul kemudian kita memadamkan. Pencegahan, edukasi, deteksi dini dan kesiapan seluruh unsur dilakukan sejak awal, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman, pendinginan hingga penegakan hukum ketika terjadi pelanggaran," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Herry turut memaparkan kondisi Karhutla di Riau. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, luas lahan yang terbakar mencapai 17.525,80 hektare.

Selain melakukan pencegahan dan pemadaman, Polda Riau juga melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran.

Hingga saat ini, Polda Riau dan jajaran menangani 45 perkara Karhutla dengan 49 tersangka. Luas lahan yang berkaitan dengan perkara tersebut mencapai sekitar 2.958,04 hektare.

"Penegakan hukum tetap kami lakukan secara tegas. Pesannya jelas, tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara merusak lingkungan dan membakar hutan maupun lahan," tegas Herry.

Penanganan Karhutla juga diarahkan untuk melindungi masyarakat dan personel di lapangan. Polda Riau bersama unsur terkait melakukan pembagian masker, pemeriksaan kesehatan, trauma healing hingga menyediakan posko kesehatan dan oksigen.

Dalam forum tersebut, Kapolda Riau juga menjelaskan kondisi arah angin dan sebaran asap di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurutnya, pembahasan tersebut penting mengingat posisi geografis Riau yang berdekatan dengan Semenanjung Malaysia. Pertukaran informasi mengenai kondisi lingkungan dinilai penting untuk memperkuat komunikasi kedua negara.

"Riau dan Malaysia berada dalam satu kawasan yang sangat dekat. Karena itu, persoalan lingkungan juga membutuhkan komunikasi dan keterbukaan. Kami menyampaikan kondisi yang ada, apa yang sudah kami kerjakan, sekaligus memastikan seluruh unsur di Riau terus bekerja untuk mengendalikan Karhutla," kata Herry.

Pertemuan di Johor Bahru merupakan bagian dari Mesyuarat Dua Hala Keselamatan Sempadan yang berlangsung pada 7-9 September 2026.

Dalam kunjungan itu, Herry didampingi Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Ridwan, Dirreskrimum Kombes Hasyim Risahondua, Dirpolairud Kombes Apri Fajar Hermanto dan Dirresnarkoba Kombes Putu Yudha Prawira.

Sementara dari Malaysia, pertemuan dihadiri Ketua Polis Johor CP Dato' Ab Rahaman Bin Arsad, Ketua Polis Melaka DCP Datuk Wira Dzulkairi Bin Mukhtar, Timbalan Ketua Polis Johor DCP Hoo Chuan Huat serta jajaran kepolisian Johor dan Melaka.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru Sigit Suryantoro Widyanto turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Tags

Terkini

Terpopuler