Asap Kiriman Kepung Pekanbaru, Pemko Bagikan Masker dan Minta Warga Kurangi Aktivitas Luar

Senin, 07 September 2026 | 16:14:58 WIB
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin turun langsung memimpin kegiatan pembagian masker ke masyarakat

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Salah satunya dengan membagikan masker kepada warga, terutama di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, langkah tersebut dilakukan setelah Pemko Pekanbaru menggelar rapat yang dipimpin langsung Wali Kota Agung Nugroho. Pemko mengacu pada pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Hasil pemantauan, posisinya sangat tidak sehat. Karena itu, kami juga membagikan masker di pasar-pasar tadi pagi," ujar Zulhelmi usai pembagian masker di Pasar Cik Puan, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, Pemko tidak ingin membatasi aktivitas masyarakat, khususnya sektor perekonomian yang tetap harus berjalan. Karena itu, pembagian masker menjadi salah satu upaya perlindungan agar warga tidak mudah mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

"Kalau untuk sektor perekonomian memang tidak mungkin kami batasi. Makanya, kami memberikan masker kepada masyarakat sesuai arahan wali kota agar tidak banyak yang sakit," ucap Ami, sapaan akrab Zulhelmi.

Memburuknya kualitas udara mulai dirasakan warga. Selain gangguan pernapasan, sejumlah masyarakat mengeluhkan mata terasa perih ketika beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi tersebut terjadi meski tidak terdapat titik api di wilayah Pekanbaru. Pemko menduga kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah lain di Sumatra yang terbawa angin menuju Pekanbaru.

"Tidak ada titik api di Pekanbaru dan tidak ada pembakaran. Namun, asap terbawa angin dari arah selatan ke utara. Kebakaran yang terjadi di provinsi-provinsi di bagian selatan Sumatra menyebabkan asap sampai ke Pekanbaru," sebutnya.

Di tengah kondisi tersebut, Pemko juga mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Imbauan ini disampaikan setelah pemerintah berdiskusi dengan ahli paru terkait tingginya konsentrasi partikel PM2,5 di udara.

"Dalam dua hari ini, kebijakan pemerintah juga didiskusikan dengan ahli paru. Untuk usia-usia rentan, kami mengimbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah karena PM2,5 cukup tinggi dan berbahaya," ungkapnya.

Selain membagikan masker, Pemko Pekanbaru sebelumnya juga telah melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar hujan segera turun sehingga kondisi udara kembali membaik.

"Kami berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menurunkan hujan. Kami berdoa semoga situasi udara di Pekanbaru segera membaik," pungkasnya.

Terkini

Terpopuler