KUANSING (RA) - Bentrokan antara dua kelompok yang terlibat konflik pengelolaan lahan seluas 80 hektare terjadi di Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Minggu (6/9/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan sembilan orang dari kelompok 80 mengalami luka-luka. Para korban telah mendapatkan penanganan medis.
Polres Kuantan Singingi bersama Polsek jajaran langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi, mengevakuasi korban, meminta keterangan saksi, serta mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan.
Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana menegaskan, kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menangani konflik tersebut.
"Kami mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Persoalan ini akan kita dorong untuk diselesaikan melalui dialog dan mediasi dengan mengedepankan kepentingan bersama serta menjaga keamanan masyarakat," ujar Hidayat Perdana.
Dalam penanganan di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian, di antaranya balok kayu, parang, pipa besi, serta tiga buah marcon atau petasan.
Untuk menjaga situasi tetap aman, personel kepolisian melakukan pengamanan di sejumlah titik, termasuk barak pihak berinisial JN dan mess milik Ketua Kelompok 80 di Desa Muara Langsat.
Menurut Kapolres, sehari sebelum bentrokan, tepatnya Sabtu (5/9/2026), kedua pihak telah membuat kesepakatan yang difasilitasi kepolisian. Kedua pihak sepakat tidak melakukan aktivitas di lahan yang tengah disengketakan.
"Yang paling utama saat ini adalah menjaga situasi tetap aman. Kami meminta kedua pihak menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan memberikan ruang bagi proses mediasi. Jangan sampai persoalan lahan berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat," katanya.
Sebagai tindak lanjut, kepolisian akan memanggil perwakilan kedua belah pihak untuk mengikuti mediasi yang dijadwalkan berlangsung di Mapolres Kuantan Singingi pada Selasa (8/9/2026).
Selain pengamanan, personel terus melakukan pendekatan kepada kedua pihak, mengumpulkan keterangan saksi, serta memantau perkembangan situasi di lapangan.
Hingga Minggu sore, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Personel Polres Kuansing dan Polsek jajaran masih disiagakan di sejumlah titik untuk mencegah gangguan keamanan maupun bentrokan susulan.
"Kami hadir untuk memastikan keamanan semua pihak. Mari kita bersama-sama menahan diri, menjaga komunikasi, dan menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin. Keamanan dan ketenteraman masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama," tutup Hidayat Perdana.