Impor Riau Tembus US$2,07 Miliar, Naik 111,56%

Kamis, 03 September 2026 | 21:17:56 WIB
Ilustrasi impor.

PEKANBARU (RA) - Nilai impor Provinsi Riau sepanjang Januari-Juli 2026 melonjak tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat total impor mencapai US$2,07 miliar atau meningkat 111,56 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kepala BPS Riau Asep Riyadi mengatakan lonjakan tersebut sejalan dengan peningkatan impor migas maupun nonmigas. Namun, kenaikan paling besar terjadi pada sektor nonmigas yang mencapai US$1,98 miliar.

"Nilai impor Riau Januari-Juli 2026 mencapai US$2,07 miliar atau naik 111,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2025," kata Asep, Kamis (3/9/2026).

Untuk impor migas, nilainya mencapai US$93,20 juta atau meningkat 24,22 persen. Sementara impor nonmigas mencapai US$1,98 miliar, tumbuh hingga 118,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan impor juga terlihat pada periode Juli 2026. Nilai impor Riau pada bulan tersebut mencapai US$199,72 juta, naik 21,08 persen dibandingkan Juli 2025.

Impor nonmigas pada Juli 2026 tercatat US$183,78 juta atau meningkat 31,43 persen secara tahunan. Sebaliknya, impor migas justru mengalami penurunan sebesar 36,53 persen menjadi US$15,94 juta.

Salah satu komoditas yang mencatat lonjakan paling mencolok sepanjang Januari-Juli 2026 adalah kapal terbang dan bagiannya. Nilai impor komoditas ini meningkat US$779,41 juta atau melejit 54.918,49 persen.

Di sisi lain, tidak seluruh komoditas impor mengalami peningkatan. Bahan bubur kayu atau pulp justru mengalami penurunan sebesar US$35,95 juta atau 31,84 persen.

Dari sisi negara asal, Prancis menjadi pemasok terbesar barang impor nonmigas Riau sepanjang Januari-Juli 2026 dengan nilai US$788,24 juta atau 39,78 persen dari total impor nonmigas.

Posisi berikutnya ditempati Tiongkok dengan nilai US$222,43 juta atau 11,23 persen, serta Vietnam sebesar US$187,92 juta atau 9,48 persen.

Jika berdasarkan kawasan, impor nonmigas Riau dari negara-negara ASEAN mencapai US$407,10 juta atau 20,54 persen. Sementara impor dari Uni Eropa mencapai US$931,54 juta atau 47,01 persen.

Lonjakan impor juga tercermin dari jenis barang berdasarkan penggunaan. Impor barang modal selama Januari-Juli 2026 melonjak 1.265,86 persen menjadi US$949,01 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor bahan baku atau penolong juga tumbuh 23,53 persen menjadi US$1,12 miliar. Sementara barang konsumsi meningkat 26,06 persen menjadi US$4,80 juta.

Di tingkat nasional, neraca perdagangan Indonesia selama Januari-Juli 2026 masih mencatat surplus US$10,32 miliar. Surplus tersebut berasal dari sektor nonmigas sebesar US$10,04 miliar dan sektor migas sebesar US$281,56 juta.

Tags

Terkini

Terpopuler