Kabut Asap Pekanbaru Kamis Malam Makin Pekat, Kualitas Udara di Level Berbahaya

Kamis, 03 September 2026 | 21:00:25 WIB
Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, kembali memburuk. Kabut asap yang menyelimuti wilayah kota semakin pekat pada Kamis (3/9/2026) malam.

Kondisi tersebut terlihat dari melonjaknya konsentrasi partikulat PM2.5 berdasarkan pemantauan kualitas udara BMKG. Pada pukul 19.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 267,2 µg/m³.

Angka tersebut menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori berbahaya. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan pencemaran udara yang signifikan dibandingkan kondisi pada pagi hingga sore hari.

Data pemantauan BMKG menunjukkan kualitas udara Pekanbaru sejak pagi sudah berada dalam kondisi tidak sehat. Namun, memasuki sore hingga malam, konsentrasi partikulat mengalami peningkatan tajam hingga mencapai level berbahaya.

Lonjakan tersebut tergambar jelas dalam tren pemantauan harian. Indikator kualitas udara yang sebelumnya berada pada kategori tidak sehat atau berwarna oranye kemudian meningkat drastis hingga masuk kategori berbahaya.

Kabut asap juga semakin terasa di sejumlah kawasan perkotaan. Warga melaporkan aroma sangit yang semakin menyengat, terutama selepas waktu Maghrib.

Keluhan serupa dirasakan pengendara yang melintas di sejumlah ruas jalan utama Pekanbaru. Selain bau asap, sebagian warga mengaku mengalami mata perih ketika berada di luar ruangan.

"Tadi siang memang sudah agak samar pandangan, tapi malam ini baunya menyengat sekali. Mata terasa perih kalau naik motor tanpa kaca helm ditutup rapat," ujar Ardi (34), warga yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Dengan konsentrasi mencapai 267,2 µg/m³, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikulat. Pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup ketika kondisi udara di luar memburuk.

Kondisi kualitas udara ini juga menunjukkan bahwa persoalan kabut asap di Pekanbaru masih perlu diwaspadai. Masyarakat diminta terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun instansi terkait.

Tags

Terkini

Terpopuler