PEKANBARU (RA) - Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali meningkat pada Rabu (2/9/2026) sore. Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, sebanyak 64 hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Riau hingga pukul 16.00 WIB.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, menyampaikan, secara keseluruhan terdapat 1.553 titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera pada pembaruan sore tersebut.
Riau berada di urutan setelah sejumlah provinsi dengan jumlah hotspot tinggi. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 998 titik, disusul Bangka Belitung 259 titik dan Jambi 88 titik.
Sementara di Riau, hotspot tersebar di delapan kabupaten dan kota.
“Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 17 titik. Berikutnya Indragiri Hulu dengan 13 titik dan Pelalawan sebanyak 12 titik,” ujarnya.
Hotspot juga terdeteksi di Siak sebanyak sembilan titik, Kepulauan Meranti tujuh titik, Kuantan Singingi tiga titik, Kota Dumai dua titik, serta Rokan Hulu satu titik.
Dengan demikian, total hotspot Riau pada sore hari ini mencapai 64 titik.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pemantauan sebelumnya pada pukul 23.00 WIB yang mencatat 26 hotspot di Riau. Artinya, terdapat tambahan 38 titik panas dalam pemantauan terbaru.
Di tengah peningkatan hotspot tersebut, jarak pandang di sejumlah wilayah Riau masih tergolong cukup baik. Pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru tercatat 7 kilometer, Rengat 6 kilometer, Pelalawan 8 kilometer, dan Tambang 8 kilometer.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot dan kondisi atmosfer di wilayah Riau, terutama di daerah yang mengalami peningkatan titik panas.