35 Kasus HIV Terdeteksi di Bengkalis Sepanjang 2026, KPA Perkuat Pencegahan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:09:34 WIB
Rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kantor Bupati Bengkalis, Rabu (26/8/2026).

BENGKALIS (RA) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bengkalis memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kantor Bupati Bengkalis, Rabu (26/8/2026).

Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso selaku Ketua KPA tersebut melibatkan unsur pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan dan sejumlah pemangku kepentingan.

Sekretaris KPA Kabupaten Bengkalis, Rita Puspita, mengungkapkan sepanjang 2026 tercatat penambahan 35 kasus HIV positif di Kabupaten Bengkalis. Sebagian besar kasus yang ditemukan berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).

"Untuk saat ini di Kabupaten Bengkalis, kasus HIV yang terpantau terus meningkat. Hal ini juga karena semakin banyak masyarakat yang sadar melakukan pemeriksaan secara mandiri di fasilitas kesehatan, termasuk di RSUD Mandau maupun RSUD Bengkalis," ujar Rita.

Menurutnya, meningkatnya kasus yang terdeteksi tidak serta-merta menunjukkan peningkatan penularan dalam jumlah yang sama. Hal itu juga dipengaruhi semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan HIV secara mandiri.

Rita menjelaskan, pola penyebaran HIV di Bengkalis mengalami perubahan. Jika sebelumnya kasus lebih banyak ditemukan pada kelompok pekerja seks, saat ini KPA menghadapi tantangan untuk menjangkau kelompok berisiko lainnya yang cenderung tertutup terhadap program edukasi dan sosialisasi.

"Dahulu penyebaran HIV lebih banyak ditemukan di kalangan pekerja seks. Edukasi yang terus dilakukan membuat kesadaran mereka meningkat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan," jelasnya.

Karena itu, KPA menilai peran lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan tenaga penjangkau perlu diperkuat untuk membangun komunikasi dengan kelompok sasaran sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan.

"Merekalah yang nantinya dapat membantu menjangkau kelompok-kelompok tersebut untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan HIV dan AIDS," kata Rita.

Sementara itu, Bagus Santoso mengatakan perkembangan zaman dan tingginya mobilitas masyarakat menghadirkan tantangan baru dalam penanggulangan HIV/AIDS. Menurutnya, HIV tidak hanya berdampak terhadap individu, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga.

"Penyakit ini tidak hanya berdampak kepada diri sendiri, tetapi juga bisa berdampak kepada keluarga. Karena itu, edukasi dan pencegahan harus terus kita lakukan bersama," tegas Bagus.

Ia menyebut masyarakat Bengkalis kini memiliki akses pemeriksaan dan penanganan HIV melalui RSUD Bengkalis, RSUD Mandau serta sejumlah puskesmas.

Bagus mengajak seluruh OPD, DPRD, dunia pendidikan, media massa, organisasi masyarakat dan elemen lainnya untuk bersama-sama memperkuat edukasi serta pencegahan HIV/AIDS.

"KPA tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Bengkalis dapat berjalan lebih maksimal," pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler