Rakor Karhutla Kampar, Kapolres Pastikan Api Padam dan Fokus Pendinginan Gambut

Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:16:56 WIB
Rakor Karhutla Kampar, Kapolres Pastikan Api Padam dan Fokus Pendinginan Gambut

KAMPAR (RA) – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Forkopimda, instansi terkait, perusahaan, hingga masyarakat menyatukan langkah untuk menuntaskan penanganan karhutla.

Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Tahun 2026 digelar di Aula Kantor Bupati Kampar, Rabu (26/8/2026). Rapat dipimpin Bupati Kampar H Ahmad Yuzar didampingi Wakil Bupati Kampar Misharti.

Sejumlah unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Kampar, Dandim 0313/Kampar, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, unsur kejaksaan, perwira TNI, Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, kepala desa, tim Manggala Agni, serta perwakilan perusahaan.

Rapat diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Salah satu agenda utama yakni penandatanganan deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen pemerintah, Forkopimda, dan seluruh komponen masyarakat dalam menanggulangi ancaman karhutla.

Dalam paparannya, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang menyampaikan kondisi terkini penanganan karhutla di wilayah tersebut. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada lagi hotspot aktif yang terdeteksi.

“Kita telah melaksanakan rapat koordinasi ini berulang kali, baik di tingkat provinsi maupun sudah keempat kalinya di Kabupaten Kampar. Alhamdulillah, saat ini titik panas (hotspot) aktif sudah tidak terdeteksi. Namun, proses pendinginan tetap mengeluarkan asap,” kata Boby.

Kapolres menjelaskan, kondisi berbeda terjadi di Desa Rimbo Panjang. Dari sekitar 60 hektare lahan yang terdampak, masih terdapat sekitar 15 hektare area yang mengeluarkan asap.

Kondisi tersebut dipengaruhi karakteristik lahan gambut yang cukup tebal, bahkan mencapai sekitar 5 meter. Api di permukaan telah berhasil dipadamkan, namun proses pendinginan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

“Dapat saya pastikan, api sudah padam total. Namun, asap masih muncul karena sifat lahan gambut yang dalam dan proses pendinginan yang terus berjalan,” ujarnya.

Boby menargetkan seluruh rangkaian penanganan, mulai dari pemadaman hingga proses pendinginan, dapat dituntaskan dalam waktu tidak lebih dari satu bulan.

Sementara itu, Bupati Kampar H Ahmad Yuzar mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam menangani karhutla. Ia menyebut antisipasi dan penanganan yang dilakukan bersama telah membuahkan hasil dengan tidak adanya lagi titik api aktif.

“Alhamdulillah, berkat antisipasi yang baik, titik api sudah hilang, namun penanganan di Rimbo Panjang bersifat khusus karena gambut,” kata Ahmad Yuzar.

Bupati kemudian meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait bekerja secara optimal. Para camat juga diminta terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah secara sembarangan karena api berpotensi menjalar dan memicu karhutla.

Selain itu, BPBD dan Damkar diminta mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki untuk mendukung penanganan karhutla. Perusahaan juga didorong ikut berperan membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Upaya penanganan karhutla juga dibarengi dengan langkah spiritual. Bupati meminta para kepala desa mengimbau pemuka agama untuk melaksanakan Salat Istisqa pada Jumat mendatang sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon turunnya hujan.

Rapat koordinasi tersebut berakhir sekitar pukul 10.05 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dengan padamnya api dan fokus penanganan yang kini diarahkan pada proses pendinginan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait masih memiliki pekerjaan untuk memastikan lahan gambut di Rimbo Panjang benar-benar aman dan tidak kembali terbakar.

Tags

Terkini

Terpopuler