BENGKALIS (RA) - Komisi Kerukunan Umat Beragama dan Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis menggelar Dialog Kerukunan Antarumat Beragama di Gedung Daerah Datuk Laksamana Bengkalis, Sabtu (22/8/2026) lalu.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bengkalis yang diwakili Plt Asisten II Setda Bengkalis Hambali, tokoh agama, organisasi keagamaan, serta jajaran pengurus MUI Kabupaten Bengkalis.
Dalam sambutan tertulis Bupati Bengkalis yang dibacakan Hambali, disampaikan bahwa kerukunan merupakan sikap saling menghormati, memahami dan bekerja sama di tengah keberagaman yang ada di masyarakat.
Menurut Bupati, keberagaman suku dan agama di Kabupaten Bengkalis bukanlah alasan untuk terjadinya perpecahan. Sebaliknya, perbedaan tersebut merupakan kekuatan besar dalam mewujudkan daerah yang aman, damai, maju dan sejahtera.
Bupati menilai dialog yang digelar MUI Bengkalis menjadi ruang strategis untuk saling mendengar, memahami serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
"Jangan sampai perbedaan pemahaman berubah menjadi prasangka. Jangan sampai perbedaan pilihan berubah menjadi permusuhan dan jangan sampai perbedaan keyakinan menghilangkan rasa persaudaraan sebagai anak bangsa," pesan Bupati dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama, untuk terus menjaga suasana kehidupan yang harmonis dan menanamkan nilai-nilai toleransi kepada generasi muda.
Menurutnya, toleransi bukan berarti mencampuradukkan ajaran atau keyakinan, tetapi memberikan ruang bagi setiap umat untuk menjalankan agamanya masing-masing dengan tetap menghormati orang lain.
“Bertoleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan teguh menjalankan agama masing-masing sambil tetap menghormati keyakinan orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis H. Amrizal mengatakan kondisi Bengkalis yang aman, damai dan minim konflik merupakan anugerah yang patut disyukuri bersama.
Menurutnya, suasana harmonis yang terjaga hingga saat ini tidak terlepas dari nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan para pendahulu dan harus terus dipertahankan.
"Kedamaian saat ini terwujud karena asas keharmonisan yang diwariskan oleh para leluhur terdahulu. Nilai ini wajib diteruskan kepada generasi muda," kata Amrizal.
Amrizal juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial di tengah perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, informasi yang beredar di dunia maya belum tentu benar dan dapat memicu kesalahpahaman apabila tidak disikapi secara cermat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
"Untuk itu kami minta masyarakat cerdas dan bijak berinteraksi di dunia nyata maupun dunia maya demi merawat kerukunan," pesannya. (Infotorial)