Menteri LH Apresiasi Dekarbonisasi PTPN IV PalmCo, Kelola Limbah Sawit Jadi Energi

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:19:02 WIB
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa.

PEKANBARU (RA) - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat, mengapresiasi langkah subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dalam mempercepat dekarbonisasi melalui pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi baru terbarukan (EBT).

Apresiasi tersebut disampaikan Jumhur saat menghadiri kegiatan di PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Riau, Jumat (21/8/2026) lalu. 

Menurutnya, langkah PalmCo menunjukkan bahwa industri kelapa sawit yang dikelola BUMN memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dari pengelolaan limbah.

"Saya harus endorse kebaikan-kebaikan yang dilakukan PTPN IV PalmCo. Jadi dunia saat ini sangat menghargai mereka yang mau menghilangkan emisi gas rumah kaca, seperti yang dilakukan PalmCo," kata Jumhur.

Saat ini, PTPN IV PalmCo telah mengoperasikan 12 fasilitas methane capture dan pengembangan energi baru terbarukan di berbagai wilayah operasionalnya. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, co-firing, hingga dikembangkan menjadi compressed biomethane gas (CBG).

Selain itu, PalmCo tercatat sebagai perusahaan perkebunan pertama di Indonesia yang aktif dalam perdagangan karbon melalui pasar bursa karbon IDXCarbon.

Meski mengapresiasi capaian tersebut, Jumhur mendorong PTPN IV PalmCo untuk terus memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap agenda transisi energi dan penurunan emisi nasional.

"PTPN juga bisa memperluas pemanfaatan carbon trading dengan bekerja sama dengan investor. Manfaat besar akan diterima PTPN, termasuk carbon offset-nya juga bisa didapat. Kita siap memfasilitasi," tuturnya.

Menurut Jumhur, pengembangan perdagangan karbon tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing produk kelapa sawit Indonesia di pasar global.

Tren perdagangan internasional, lanjutnya, semakin memberikan penghargaan terhadap produk yang memiliki jejak lingkungan lebih baik. Hal tersebut termasuk produk minyak sawit berkelanjutan atau sustainable crude palm oil (CPO).

"Karena mereka betul-betul bisa mereduksi metan secara luar biasa," paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan pengembangan energi terbarukan dan perdagangan karbon merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun bisnis perkebunan yang lebih berkelanjutan.

Menurut Jatmiko, PalmCo terus mengembangkan pemanfaatan limbah sawit agar tidak sekadar menjadi residu produksi. Limbah tersebut diolah menjadi sumber energi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus manfaat bagi lingkungan.

"Kami melihat limbah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dikelola, tetapi juga sebagai sumber daya yang bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan lingkungan," ujar Jatmiko.

Ia menambahkan, pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG), pemanfaatan co-firing, pengembangan CBG, hingga perdagangan karbon menjadi bagian dari langkah PalmCo menurunkan emisi dari kegiatan operasional sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.

PTPN IV PalmCo menargetkan pengoperasian hingga 60 instalasi methane capture pada 2030. Pengembangan tersebut diproyeksikan mampu menekan emisi perusahaan hingga 71 persen dibandingkan kondisi business as usual.

Target tersebut bahkan berada jauh di atas sasaran pemerintah sebesar 30 persen pada periode yang sama, sebagaimana disampaikan dalam materi perusahaan.

Jatmiko juga menjelaskan, penerapan methane capture dan pengembangan EBT tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca. Teknologi tersebut juga memberikan nilai ekonomi melalui efisiensi operasional serta penjualan produk energi yang dihasilkan.

"Ini wujud circular economy yang nyata. Mengolah limbah menjadi anugerah dan berkontribusi terhadap kemandirian energi negeri," tutup Jatmiko.

Tags

Terkini

Terpopuler