Satu Dekade Membangun Negeri Junjungan: Dari Fondasi Amril Mukminin hingga Akselerasi Kabupaten Bengkalis Bermasa

Ahad, 23 Agustus 2026 | 07:53:00 WIB
Amril Mukminin.

BENGKALIS (RA) - Perjalanan pembangunan Kabupaten Bengkalis dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa kemajuan daerah tidak lahir dalam sekejap. 

Ia tumbuh dari kesinambungan kebijakan, kerja keras, serta komitmen kepemimpinan dalam meletakkan fondasi pembangunan sekaligus memastikan keberlanjutannya.

Rentang waktu 2016 hingga 2026 mencatat dua fase penting dalam perjalanan pembangunan Negeri Junjungan.

Dimulai dari kepemimpinan Bupati Bengkalis ke-14, H. Amril Mukminin, SE., MM., yang meletakkan fondasi pembangunan, khususnya infrastruktur dan tata kelola wilayah, kemudian dilanjutkan pada era Bupati Kasmarni, S.Sos., MMP., bersama Wakil Bupati Dr. H. Bagus Santoso, yang membawa pembangunan ke tahap akselerasi melalui visi Kabupaten Bengkalis Bermasa, yakni Bermarwah, Maju dan Sejahtera.

Era H. Amril Mukminin, SE., MM.: Meletakkan Fondasi Kemajuan Daerah

Kepemimpinan H. Amril Mukminin pada periode 2016-2021 menjadi salah satu fase penting dalam transformasi pembangunan Kabupaten Bengkalis. 

Dengan visi menjadikan Kabupaten Bengkalis sebagai model negeri maju dan makmur di Indonesia, pemerintah daerah saat itu merancang berbagai program strategis untuk menjawab tantangan pemerataan pembangunan di wilayah yang memiliki karakter geografis kepulauan tersebut.

Enam prioritas utama pembangunan ditetapkan, meliputi penguatan infrastruktur, pengembangan ekonomi produktif, peningkatan pendidikan dan kesehatan, pengelolaan lingkungan hidup dan kebencanaan, ketenagakerjaan, serta penguatan nilai agama dan kearifan lokal.

Salah satu terobosan yang menjadi ciri khas periode tersebut adalah strategi Pengembangan Empat Gerbang Pembangunan, yakni Gerbang Utama, Gerbang Laksamana, Gerbang Pesisir, dan Gerbang Permata. Konsep ini diarahkan untuk memperkecil kesenjangan antarwilayah sekaligus membuka akses pertumbuhan ekonomi secara lebih merata.

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bengkalis pada 2020 merealisasikan 11 proyek strategis jalan dengan total anggaran mencapai Rp278 miliar. Pembangunan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka konektivitas antarkawasan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi.

Modernisasi pelayanan publik juga mulai dirintis. Salah satunya melalui gagasan penerapan sistem E-Ticketing Ro-Ro pada 2018. Digitalisasi layanan penyeberangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses layanan transportasi antarpulau.

Sebagai daerah pesisir yang menghadapi ancaman abrasi, perhatian terhadap perlindungan kawasan pantai juga menjadi bagian penting pembangunan. Pada 2019, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengalokasikan anggaran penanganan abrasi sekitar Rp300 miliar. 

Upaya tersebut diperkuat dengan pendekatan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, termasuk melakukan komunikasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk mendorong perhatian lebih besar terhadap persoalan abrasi di Bengkalis.

Di sisi lain, pembangunan ekonomi masyarakat desa menunjukkan perkembangan positif. Produktivitas sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan terus didorong sehingga Kabupaten Bengkalis berhasil meraih peringkat kelima nasional sebagai daerah dengan laju pembangunan desa tercepat pada periode 2014-2018. Bahkan, status desa sangat tertinggal berhasil dituntaskan hingga mencapai nol desa.

Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Kabupaten Bengkalis meraih sejumlah penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO), penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3/Zero Accident), serta apresiasi dari Kementerian Hukum dan HAM.

Kabupaten Bengkalis Bermasa: Membangun Kesejahteraan dari Akar Rumput

Tongkat estafet pembangunan kemudian berlanjut kepada Bupati Bengkalis ke-15, Hj. Kasmarni, S.Sos., MMP., bersama Wakil Bupati Dr. H. Bagus Santoso. Kepemimpinan Kasmarni sebagai bupati perempuan pertama di Negeri Junjungan membawa semangat baru melalui visi Kabupaten Bengkalis Bermasa, yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu orientasi utama pembangunan.

Jika periode sebelumnya banyak menitikberatkan pada peletakan fondasi pembangunan fisik dan konektivitas wilayah, maka era Bermasa memperluas fokus tersebut pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program pemerintah diarahkan semakin dekat dengan kebutuhan dasar warga, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, ketahanan pangan, hingga perlindungan sosial.

Di bidang pendidikan, perhatian besar diberikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebanyak 13.364 pelajar dan 384 tenaga pendidik menerima bantuan beasiswa. Sementara itu, 26.682 siswa memperoleh bantuan perlengkapan sekolah.

Peningkatan kualitas sarana pendidikan juga terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis melakukan pengadaan mebel untuk 304 sekolah serta rehabilitasi 259 gedung sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan.

Sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang menunjukkan capaian signifikan. Sebanyak 678.581 jiwa telah terjamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Capaian tersebut turut mengantarkan Kabupaten Bengkalis meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award.

Perlindungan terhadap tenaga kerja juga diperkuat. Sebanyak 56.721 tenaga kerja telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Di sisi infrastruktur kesehatan, pemerintah daerah membangun dan merehabilitasi 52 fasilitas puskesmas serta memulai pengembangan RSUD Pratama Rupat sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Capaian lainnya terlihat dari keberhasilan menekan angka stunting hingga 4,4 persen. Angka tersebut menempatkan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu daerah dengan capaian penurunan stunting yang menonjol di Provinsi Riau.

Infrastruktur dan Hunian Terus Diperkuat

Pembangunan infrastruktur tetap menjadi bagian penting dalam era Bengkalis Bermasa. Pemerataan konektivitas antarkawasan terus dilakukan untuk memastikan masyarakat di berbagai wilayah memperoleh akses yang semakin baik.

Selama periode kepemimpinan Hj. Kasmarni dan Dr. H. Bagus Santoso, pembangunan jalan tercatat mencapai 583,33 kilometer. Selain itu, pemerintah daerah membangun 14 unit jembatan serta pengaman pantai sepanjang 7,7 kilometer.

Pembangunan juga menyentuh sektor keagamaan. Sebanyak 599 rumah ibadah telah direhabilitasi maupun dibangun. Sementara untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, pemerintah menyediakan 583 unit rumah layak huni baru serta merehabilitasi 1.652 unit rumah masyarakat kurang mampu.

Deretan program tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung.

Pelayanan Publik Semakin Dekat

Transformasi pelayanan publik menjadi bagian lain dari upaya menghadirkan pemerintah yang semakin dekat dengan masyarakat. Berbagai inovasi administrasi kependudukan dilakukan untuk memudahkan warga memperoleh dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.

Capaian tersebut antara lain terlihat dari 473.751 layanan perekaman KTP elektronik, 143.043 penerbitan Kartu Keluarga, serta 355.978 penerbitan Akta Kelahiran. Pemerintah daerah juga memfasilitasi 136 pasangan memperoleh Akta Perkawinan melalui program sidang isbat gratis.

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah daerah memperkuat intervensi melalui berbagai program. Sebanyak 2.630 penerima manfaat memperoleh Cadangan Pangan Beras, 385 petani mendapatkan bantuan lahan, tiga unit lumbung pangan dibangun, serta 45 kali Pasar Pangan Murah digelar untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Menatap Masa Depan dari Jejak Sejarah

Perjalanan pembangunan Kabupaten Bengkalis selama satu dekade menunjukkan bahwa keberlanjutan menjadi kunci dalam menjaga arah pembangunan daerah. Fondasi yang dibangun pada satu periode menjadi pijakan bagi kebijakan pada periode berikutnya, sementara kebutuhan masyarakat terus menjadi titik perhatian.

Fondasi pembangunan yang diletakkan pada masa H. Amril Mukminin menjadi bagian dari perjalanan yang kemudian dilanjutkan dan dikembangkan pada era Kabupaten Bengkalis Bermasa di bawah kepemimpinan Kasmarni dan Bagus Santoso.

Semangat kesinambungan tersebut tergambar dalam gelaran Ekraforia 2026 yang berlangsung di kawasan bersejarah Penjara Belanda Huis Van Bewaring Bengkalis. Kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis itu menampilkan perjalanan kepemimpinan daerah dari masa ke masa, sekaligus menjadi ruang refleksi mengenai arah pembangunan Negeri Junjungan ke depan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disbudparpora Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, ST., MT., mengatakan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran pada 2026, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tetap berkomitmen menjalankan program-program prioritas yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, sejumlah program yang tetap berjalan di antaranya pengembangan fasilitas RSUD Pratama Rupat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kawasan wisata dan kebun binatang Selatbaru, serta rencana rehabilitasi GOR dengan dukungan Pemerintah Pusat.

Pembangunan infrastruktur strategis juga terus dilanjutkan. Beberapa di antaranya peningkatan Jalan Ketam Putih–Sekodi senilai Rp5,4 miliar, peningkatan Jalan Sialang Rimbun Desa Muara Basung sebesar Rp5 miliar, peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Bathin Solapan senilai Rp5 miliar, peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih–Titi Akar sebesar Rp3,6 miliar, pemeliharaan berkala Jalan Ketam Putih–Sekodi senilai Rp3 miliar, serta peningkatan Jalan Gajahan Kecamatan Pinggir sebesar Rp5 miliar.

Rangkaian pembangunan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Bengkalis tidak berhenti pada pencapaian masa lalu. Dari penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan kesehatan dan pendidikan, hingga penguatan ekonomi serta ketahanan pangan, pembangunan terus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat.

Satu dekade perjalanan Negeri Junjungan akhirnya menjadi sebuah garis yang saling terhubung: dari fondasi yang diletakkan, dilanjutkan dengan percepatan, hingga menatap masa depan dengan pembangunan yang semakin inklusif.

Dengan semangat kesinambungan tersebut, Kabupaten Bengkalis terus menata langkah menuju daerah yang semakin maju, sejahtera, dan bermarwah. (Adv)

Terkini

Terpopuler