TANJUNG SELOR (RA) – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat kelembagaan koperasi sawit rakyat. Langkah ini dilakukan melalui Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Koperasi Kelapa Sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Workshop tersebut digelar di Hotel Grand Pangeran Khar, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, beberapa waktu lalu, dengan diikuti pengurus dan anggota koperasi sawit rakyat, mahasiswa, perwakilan instansi terkait, serta jajaran pengurus DPW APKASINDO Kaltara.
Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, menilai koperasi memiliki posisi penting dalam mendorong perekonomian petani sawit. Karena itu, pengelolaan koperasi harus dilakukan secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan para anggota.
"Pesan saya kepada Koperasi Petani Sawit, supaya betul-betul memanfaatkan kegiatan ini, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh APKASINDO untuk meningkatkan kemampuan di bidang koperasi tentunya," kata Zainal.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pengurus koperasi tidak hanya berkaitan dengan tata kelola organisasi. Koperasi yang dikelola dengan baik juga dapat memperkuat produktivitas perkebunan, meningkatkan posisi tawar petani, menciptakan efisiensi usaha, hingga mendorong kemandirian ekonomi.
"Sehingga, upaya-upaya yang dilakukan oleh anggota koperasi ini akan meningkatkan kesejahteraan anggota koperasinya," ujarnya.
Zainal juga meminta peserta aktif memanfaatkan kesempatan berdiskusi dengan para narasumber. Berbagai persoalan yang selama ini dihadapi koperasi diharapkan dapat dibahas untuk mendapatkan solusi yang bisa diterapkan di lapangan.
"Hal-hal yang belum diketahui, apa yang ingin ditanyakan, dimanfaatkan waktu sekarang ini kepada para narasumber yang akan memberikan paparannya," katanya.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya APKASINDO bersama BPDP dalam memperkuat kelembagaan petani sawit melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan tata kelola yang semakin profesional dan transparan, koperasi sawit rakyat diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya petani. Koperasi juga didorong menjadi lembaga ekonomi yang mampu meningkatkan produktivitas, membuka akses pembiayaan dan pasar, serta menciptakan nilai tambah bagi anggotanya.
Pada akhirnya, penguatan koperasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing petani sekaligus menjadi salah satu kunci untuk mendorong kesejahteraan masyarakat perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Utara.