PEKANBARU (RA) – Politeknik Kampar mengapresiasi penyelenggaraan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 yang dinilai menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perguruan tinggi, dunia usaha, industri, pemerintah, dan masyarakat.
Wakil Direktur III Politeknik Kampar, Fitri, ST, MT, mengatakan keikutsertaan kampus dalam SIEXPO 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai hasil inovasi mahasiswa yang memanfaatkan kelapa sawit sebagai bahan baku.
"Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan SIEXPO yang keempat ini. Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat baik untuk mempertemukan perguruan tinggi, dunia usaha, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam memamerkan hasil inovasi," ujar Fitri kepada riauaktual.com, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, SIEXPO tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga membuka peluang agar hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi dapat dikenal lebih luas. Dengan demikian, hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.
"SIEXPO juga menjadi ajang promosi hasil penelitian sehingga tidak hanya berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan berpotensi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi," katanya.
Dalam SIEXPO 2026, Politeknik Kampar menampilkan sejumlah produk setengah jadi hingga produk jadi yang merupakan hasil karya mahasiswa dan berbahan dasar kelapa sawit.
Produk yang dipamerkan antara lain minyak sawit merah, crude palm oil (CPO), biodiesel, sabun transparan, pupuk, serta lilin aromaterapi.
Beragam produk tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan kelapa sawit tidak berhenti pada produksi minyak sawit mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Keikutsertaan Politeknik Kampar sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan hilirisasi industri sawit melalui riset dan inovasi.
Fitri mengatakan sebagian produk yang dipamerkan masih dalam tahap pengembangan dan membutuhkan mitra untuk dapat diproduksi serta dikembangkan secara lebih luas.
Saat ini, produk pupuk telah mulai diproduksi melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Sementara produk lainnya, seperti minyak sawit merah dan biochar, masih dalam proses mencari mitra untuk pengembangan dan produksi.
Menurutnya, peluang kolaborasi dengan dunia usaha menjadi penting agar inovasi yang dihasilkan mahasiswa dapat masuk ke tahap komersialisasi.
"Jadi, produk yang sudah diproduksi saat ini masih baru pupuk yang bekerja sama dengan pihak ketiga. Untuk produk lainnya seperti minyak merah dan biochar, kami masih mencari mitra," jelasnya.
Fitri berharap SIEXPO dapat terus menjadi agenda rutin karena memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk memperkenalkan hasil penelitian sekaligus membuka peluang kerja sama dengan industri.
Menurutnya, pertemuan antara akademisi dan dunia usaha sangat penting untuk menjawab tantangan hilirisasi. Kampus memiliki sumber daya penelitian dan inovasi, sementara industri memiliki kemampuan untuk mengembangkan produk secara lebih luas.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi agenda rutin karena mampu mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih luas," ujarnya.
Ia berharap ke depan semakin banyak hasil penelitian dan inovasi mahasiswa yang dapat dikembangkan menjadi produk komersial sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung penguatan industri sawit nasional.
Keikutsertaan Politeknik Kampar di SIEXPO 2026 pun menjadi bagian dari upaya memperpendek jarak antara dunia akademik dan kebutuhan industri, terutama dalam mendorong hilirisasi produk berbasis kelapa sawit dari tingkat penelitian hingga menjadi produk bernilai ekonomi.