PEKANBARU (RA) - Lima Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah naungan EMP Group meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2024-2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Dari sembilan perusahaan yang berhasil meraih predikat PROPER Hijau di Provinsi Riau, dua di antaranya merupakan entitas operasi EMP Group, yakni EMP Bentu Limited dan PT EMP Energi Riau.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto di Stadion Utama Riau, Kamis (6/8/2026).
Selain dua PROPER Hijau, tiga entitas operasi EMP Group lainnya, yaitu EMP Korinci Baru Limited, PT EMP Energi Gandewa, dan PT Imbang Tata Alam, berhasil meraih PROPER Biru.
Secara keseluruhan, sebanyak 297 perusahaan di Provinsi Riau mengikuti penilaian PROPER tahun ini.
Capaian tersebut menunjukkan konsistensi EMP Group dalam menerapkan pengelolaan lingkungan yang melampaui standar kepatuhan atau beyond compliance, sekaligus menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mendukung keberlanjutan kegiatan usaha di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Penghargaan PROPER Hijau untuk EMP Bentu Limited diterima oleh Act. Area Manager Dadi Mulyadi, sedangkan PT EMP Energi Riau diterima oleh Area Manager Jony Ridas.
Sementara penghargaan PROPER Biru diserahkan kepada Area Manager PT EMP Energi Gandewa Haryo S. Nugroho dan Act. Area Manager EMP Korinci Baru Limited Dadi Mulyadi.
Pada kesempatan tersebut, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai konsisten menjaga kelestarian lingkungan melalui implementasi PROPER.
Hal senada disampaikan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau M. Job Kurniawan, yang berharap EMP Group dapat terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan hingga mampu meraih predikat PROPER Emas pada masa mendatang.
Act. Area Manager EMP Bentu Limited, Dadi Mulyadi, mengatakan penghargaan PROPER Hijau merupakan hasil dari komitmen seluruh pekerja dan mitra kerja dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan.
"Pencapaian PROPER Hijau ini merupakan hasil dari usaha, konsistensi, dan kolaborasi seluruh pekerja serta mitra kerja di area operasi kami. Hal ini membuktikan bahwa komitmen terhadap pengelolaan lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan pencapaian target bisnis perusahaan," ujarnya.
Menurut Dadi, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus berinovasi serta memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan.
"Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, menerapkan prinsip keberlanjutan, serta menargetkan predikat PROPER Emas pada masa mendatang," katanya.
Ia menjelaskan, predikat PROPER Hijau diberikan kepada perusahaan yang mampu melaksanakan pengelolaan lingkungan melebihi ketentuan yang dipersyaratkan pemerintah.
"Selain memperkuat reputasi perusahaan, berbagai inovasi yang diterapkan juga mendorong efisiensi operasional, optimalisasi pemanfaatan sumber daya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja," ungkapnya.
Salah satu inovasi yang dikembangkan EMP Bentu Limited adalah Eco-Cycle Innovation, yaitu pemanfaatan Empty Fruit Bunches (EFB) atau tandan kosong kelapa sawit sebagai media soil amendment melalui proses layered breakdown di Basecamp Lubuk Ogong.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan Green Power Innovation melalui redesain sistem penyalaan (ignition system) pada flare stack menjadi Flame Front Generator Ignition System.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kinerja lingkungan sekaligus mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional perusahaan.