Buka SIEXPO 2026, Plt Gubri SF Hariyanto: Harga Sawit Naik, Saatnya Perkuat Investasi dan Teknologi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:14:00 WIB
Pembukaan SIEXPO 2026 oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

PEKANBARU (RA) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto resmi membuka Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di SKA Co-Ex, Pekanbaru, Kamis (6/8/2026). Pemerintah Provinsi Riau berharap ajang tersebut tidak sekadar menjadi pameran industri sawit, tetapi mampu melahirkan kerja sama investasi, transfer teknologi, serta memperkuat daya saing perkebunan sawit rakyat.

Dalam sambutannya, SF Hariyanto menegaskan industri sawit masih menjadi tulang punggung perekonomian Provinsi Riau. Karena itu, forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, pekebun, penyedia teknologi, hingga sektor keuangan ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan industri sekaligus membuka peluang bisnis baru.

"Kami berharap SIEXPO tidak hanya menghasilkan diskusi dan pameran, tetapi juga melahirkan kesepakatan, transfer teknologi, perluasan pasar, investasi baru, serta keberpihakan yang semakin kuat kepada perkebunan rakyat," ujarnya.

SF Hariyanto juga menyoroti membaiknya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dinilai membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Menurutnya, harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp1.500 hingga Rp1.800 per kilogram kini telah meningkat menjadi sekitar Rp3.500 per kilogram.

"Kita bersyukur harga sawit sudah kembali sekitar Rp3.500 per kilogram. Kalau harga sawit naik, pusat-pusat perbelanjaan ramai, penjualan mobil juga ikut meningkat," katanya.

Pemerintah Provinsi Riau, lanjut SF Hariyanto, terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan perkebunan dalam mendukung pembangunan daerah. Salah satunya melalui pemanfaatan dana bagi hasil sawit yang pada tahun ini mencapai sekitar Rp110 miliar dan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

"Karena itu kami berharap dukungan perusahaan untuk pembangunan infrastruktur terus diperkuat," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2026, Qayuum Amri, mengatakan industri sawit tetap menjadi sektor strategis bagi perekonomian nasional meski menghadapi berbagai tantangan global maupun domestik. Selain menyerap jutaan tenaga kerja, sektor ini juga diperkirakan memberikan kontribusi penerimaan negara sekitar Rp600 triliun setiap tahun.

Menurutnya, SIEXPO menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan industri sawit, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, pekebun, penyedia teknologi, hingga lembaga keuangan.

Mengusung tema "Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit", SIEXPO 2026 menghadirkan hampir 185 stan pameran dari berbagai sektor, seperti pupuk, mekanisasi, produk hilir, teknologi, hingga industri jasa keuangan. Pameran juga melibatkan pelaku UMKM, koperasi, dan perguruan tinggi.

Qayuum menyebut antusiasme peserta terus meningkat setiap tahun. Hingga hari pertama penyelenggaraan, sekitar 4.000 pengunjung telah memadati arena pameran. Panitia menargetkan total kunjungan menembus lebih dari 10.000 orang selama tiga hari pelaksanaan.

"Kegiatan ini juga sudah berskala regional dengan melibatkan peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan negara produsen sawit lainnya. Ini menunjukkan Riau mulai menjadi rujukan sekaligus barometer industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing," ujarnya.

Ia menambahkan, SIEXPO kini memasuki penyelenggaraan tahun keempat dan secara konsisten digelar menjelang Hari Ulang Tahun Provinsi Riau sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ekonomi daerah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengarah SIEXPO, Gulat Manurung, mengatakan Riau menjadi provinsi dengan capaian Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terbaik di Indonesia. Realisasi PSR di daerah ini bahkan telah mencapai 118 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Riau menjadi satu-satunya provinsi yang mampu melampaui target PSR nasional," katanya.

Gulat juga mengungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dijadwalkan menghadiri penutupan SIEXPO pada Sabtu (8/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, menteri juga akan berdialog langsung dengan petani sawit di Kabupaten Kampar untuk menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi sektor perkebunan.

Selain itu, Gulat mendorong pemerintah pusat membangun Palm Oil Institute di Riau sebagai pusat pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia industri sawit nasional. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut layak diwujudkan mengingat Riau merupakan salah satu sentra produksi sawit terbesar di Indonesia.

"Mudah-mudahan kedatangan Menteri Bappenas memberikan manfaat. Kalau di Lampung bisa, kenapa di Riau tidak didirikan Palm Oil Institute? Saya yakin bisa dibangun di Riau," ujarnya.

Menurut Gulat, kehadiran Palm Oil Institute akan memperkuat ekosistem industri sawit nasional sekaligus mendukung pengembangan inovasi, riset, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah penghasil sawit.

Tags

Terkini

Terpopuler