Koordinator SPPG Bengkalis Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ungkap Kasus Penganiayaan Relawan MBG

Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:45:35 WIB
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bengkalis, Fhirman Sinaga.

BENGKALIS (RA) - Gerak cepat Polsek Pinggir dalam mengungkap kasus dugaan penganiayaan terhadap relawan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, mendapat apresiasi dari Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bengkalis, Fhirman Sinaga.

Menurut Fhirman, keberhasilan polisi mengamankan dua terduga pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam memberikan perlindungan kepada para relawan yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami sangat mengapresiasi gerak cepat Polsek Pinggir. Tidak sampai 24 jam, dua terduga pelaku berinisial UP dan AS yang merupakan pemasok ayam ke SPPG Koto Pait Beringin berhasil diamankan. Ini patut diapresiasi," ujar Fhirman kepada RiauAktual.com, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, seluruh jajaran SPPG mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada Polsek Pinggir sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami percaya proses hukum akan berjalan secara profesional. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," katanya.

Fhirman menjelaskan, seluruh SPPG di Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok penerima manfaat lainnya.

Karena itu, setiap bahan pangan yang diterima wajib melalui proses pemeriksaan kualitas dan memenuhi standar operasional prosedur (SOP) sebelum diolah dan disajikan.

"Program MBG ini menyangkut kesehatan generasi penerus bangsa. Semua bahan makanan yang masuk harus dipastikan layak konsumsi dan sesuai SOP. Kami tidak bisa mentoleransi bahan pangan yang kualitasnya diragukan karena keselamatan penerima manfaat adalah prioritas utama," tegasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan terhadap relawan Dapur SPPG, Hafizat Hakim alias Adam, menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV berdurasi 53 detik beredar di media sosial.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.45 WIB itu diduga dipicu pengembalian ayam yang dikirim ke Dapur MBG karena ditemukan dalam kondisi diduga tidak layak konsumsi.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pinggir. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengamankan dua pria berinisial UP dan AS yang diketahui merupakan pemasok ayam ke Dapur SPPG Desa Koto Pait Beringin.

Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan sebelumnya menyatakan penyidik telah memeriksa korban, saksi-saksi, dan kedua terlapor, menerbitkan surat visum, serta melaksanakan penyelidikan dan penyidikan sesuai prosedur hukum.

"Saat ini kedua terduga pelaku masih menjalani proses hukum di Polsek Pinggir. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap perselisihan melalui jalur hukum dan tidak menggunakan tindakan kekerasan," imbuh Kapolsek.

Terkini

Terpopuler