Kapolda Riau Lepas Ekspedisi Merah Putih Presisi, Sasar 17 Desa 3T hingga 17 Agustus

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:48:34 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tahun 2026.

PEKANBARU (RA) - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tahun 2026 dalam apel kesiapan yang digelar di Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026).

Ekspedisi tersebut akan menjangkau 17 desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Riau sebagai bentuk kehadiran negara hingga ke pelosok negeri.

Program yang merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto itu tidak hanya berfokus pada penguatan keamanan, tetapi juga membawa misi mempererat persatuan, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kawasan terluar.

Dalam amanatnya, Kapolda Riau menegaskan bahwa Provinsi Riau memiliki posisi strategis karena memiliki wilayah pesisir, kepulauan, hingga kawasan terluar yang menjadi bagian penting dari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, menurutnya, kehadiran Polri harus dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan mendengar aspirasi warga, memahami kebutuhan mereka, serta menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata.

“Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran negara hingga ke wilayah terluar. Fokus kita bukan memberi label pada suatu wilayah, melainkan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat,” kata Herry.

Mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan”, Kapolda menyebut ekspedisi ini menjadi momentum menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan melalui kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, nelayan, hingga seluruh elemen bangsa.

Ia juga menginstruksikan seluruh personel agar membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap setiap potensi persoalan, serta hadir lebih awal dalam memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi warga.

Tak hanya itu, aspek pelestarian lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Melalui konsep Green Policing, personel akan melakukan restorasi kawasan mangrove di sepanjang pesisir Riau yang selama ini menghadapi ancaman abrasi.

Menurut Herry, keberadaan hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga garis pantai sekaligus mempertahankan wilayah kedaulatan Indonesia.

“Kalau mangrove terus mengalami abrasi, wilayah NKRI juga akan terus menyusut. Karena itu kita harus bersama-sama mendukung restorasi mangrove. Pesan Bapak Presiden sangat jelas, ketika pohon berkurang maka kita harus menanam kembali. Menjaga alam berarti menjaga kehidupan generasi hari ini dan masa depan,” ujarnya.

Kapolda berharap Ekspedisi Merah Putih Presisi mampu memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, menumbuhkan semangat kebangsaan, meningkatkan kesejahteraan warga pesisir dan wilayah terluar, sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan keselamatan, menjaga nama baik institusi, serta menjadi representasi Polri yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Sementara itu, Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto mengatakan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara matang agar pelaksanaan ekspedisi berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Menurutnya, kegiatan akan berlangsung secara bertahap hingga 17 Agustus 2026 dengan menyasar 17 desa di wilayah 3T yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Dalam pelaksanaannya, setiap tim akan menjalankan tujuh program utama yang menjadi identitas Ekspedisi Merah Putih Presisi. Program tersebut meliputi penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, penyerahan bantuan mesin ketinting bagi nelayan, penyerahan sepeda motor untuk Polsek di wilayah terluar, dialog bersama masyarakat, pembagian bantuan sosial, hingga makan bersama sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami ingin memastikan setiap tim tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan mereka, memberikan manfaat nyata, serta membawa semangat pelayanan dan kebersamaan. Itulah esensi Ekspedisi Merah Putih Presisi,” kata Ino.

Ekspedisi Merah Putih Presisi diharapkan menjadi model pengabdian Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat di wilayah terluar Provinsi Riau.

Tags

Terkini

Terpopuler