Serupa tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan MSG dan Penyedap Rasa Bubuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 05:34:24 WIB
ilustraai MSG

RIAUAKTUAL (RA) - Banyak orang masih menganggap MSG dan penyedap rasa bubuk adalah produk yang sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi, komposisi, dan cara penggunaan yang berbeda.

Melansir detikHealth, MSG atau Monosodium Glutamate merupakan penguat rasa murni (flavor enhancer) yang berfungsi memperkuat cita rasa umami, yaitu rasa gurih yang secara alami terdapat pada berbagai bahan pangan seperti tomat, jamur, rumput laut, daging, dan keju.

Sementara itu, penyedap rasa bubuk adalah bumbu campuran yang biasanya terdiri dari garam, gula, rempah-rempah, ekstrak ayam atau daging, perisa, dan pada beberapa produk juga mengandung MSG.

Memahami perbedaan keduanya dapat membantu memilih bumbu yang paling sesuai dengan kebutuhan masakan. Lantas, apa sebenarnya yang membedakan MSG dan penyedap rasa bubuk?

MSG adalah bahan tambahan pangan yang digunakan sebagai penguat rasa. Fungsi utamanya bukan memberikan rasa asin atau manis, melainkan memperkuat rasa umami sehingga cita rasa masakan menjadi lebih kaya dan seimbang.

Masih banyak yang bertanya, MSG terbuat dari apa? MSG diproduksi melalui proses fermentasi, mirip dengan pembuatan yoghurt, keju, atau kecap. Bahan bakunya berasal dari sumber karbohidrat seperti tebu, singkong, jagung, atau molase.

Dalam proses tersebut, mikroorganisme menghasilkan asam glutamat yang kemudian diolah menjadi MSG.

Bagi kesehatan, asam glutamat merupakan bagian penting nutrisi protein, dalam bentuk asam amino non-essensial yang dibutuhkan tubuh sebagai nutrisi otak manusia. Asam glutamat secara alami terdapat pada banyak bahan pangan seperti daging sapi, ikan, udang, sayur mayur, ASI, dll.

Asam glutamat dari MSG dicerna dan diserap tubuh sama persis dengan yang berasal dari bahan makanan diatas. Secara alami, tubuh manusia juga menghasilkan asam glutamat dan menyimpan dalam jaringan otot, otak dan jaringan tubuh lainnya.

Itulah sebabnya MSG bekerja dengan cara memperkuat rasa gurih alami yang sudah ada pada makanan, bukan menciptakan rasa baru.

Perbedaan utama antara MSG dan penyedap rasa bubuk terletak pada komposisi serta fungsinya. MSG merupakan satu jenis bahan dengan fungsi yang sangat spesifik, yaitu memperkuat rasa umami pada masakan.

Karena hanya terdiri dari MSG, penggunaannya lebih fleksibel dan mudah disesuaikan dengan bumbu yang sudah digunakan sebelumnya.

Sementara itu, penyedap rasa bubuk merupakan campuran dari berbagai bahan. Dalam satu produk biasanya terdapat garam, gula, rempah-rempah, ekstrak ayam atau daging, perisa, serta pada beberapa produk juga ditambahkan MSG.

Dengan kata lain, penyedap rasa bubuk tidak hanya berfungsi memperkuat rasa, tetapi juga memberikan karakter rasa tertentu sesuai formulasi produsennya.

Sebagai contoh, ketika memasak olahan tinggi protein seperti nasi goreng daging ayam. Dalam pengolahannya, mungkin sudah menggunakan bawang putih, bawang merah, kecap asin, saus tiram, lada, dan garam.

Jika menggunakan MSG, cukup menambahkan sedikit pada tahap akhir memasak untuk memperkuat rasa umami tanpa mengubah komposisi bumbu yang telah dibuat.

Sebaliknya, jika menggunakan penyedap rasa bubuk, garam, gula, rempah-rempah, dan perisa yang sudah menjadi bagian dari produk tersebut. Akibatnya, rasa masakan terkadang perlu kembali disesuaikan agar tidak terlalu asin atau terlalu kuat.

Oleh karena itulah MSG memberikan keleluasaan lebih besar bagi pengguna untuk mengatur sendiri keseimbangan rasa sesuai selera dan jenis masakan yang dibuat.

Sebagai penguat rasa murni, MSG telah lama digunakan di rumah tangga maupun industri kuliner untuk membantu menghasilkan cita rasa yang lebih konsisten. Salah satu alasannya adalah kemampuannya memperkuat rasa umami alami dari berbagai bahan makanan, seperti ayam, daging sapi, seafood, jamur, maupun sayuran.

Dengan tambahan MSG dalam jumlah yang tepat, cita rasa masakan dapat terasa lebih kaya tanpa harus menambahkan lebih banyak garam atau kaldu.

MSG juga dikenal fleksibel karena dapat digunakan pada berbagai jenis hidangan, mulai dari tumisan, sup, capcay, mi goreng, bakso, hingga nasi goreng daging ayam. Berbeda dengan penyedap rasa bubuk yang sudah memiliki komposisi bumbu tertentu, MSG tidak mengubah karakter dasar masakan sehingga lebih mudah dipadukan dengan resep apa pun.

Selain itu, MSG hanya diperlukan dalam jumlah yang cukup karena fungsinya memang untuk memperkuat rasa, bukan menjadi bumbu utama. Penggunaannya yang sederhana membuat banyak koki mengandalkannya untuk menghasilkan rasa yang tetap konsisten pada setiap masakan.

Tips Menggunakan MSG agar Masakan Lebih Gurih dan Seimbang

Agar manfaat MSG dapat dirasakan secara optimal, penggunaannya juga perlu dilakukan dengan tepat.

1. Tambahkan Menjelang Masakan Matang
MSG umumnya lebih baik ditambahkan pada tahap akhir memasak setelah seluruh bumbu tercampur dengan baik. Cara ini membantu rasa umami menyatu tanpa mengubah karakter masakan.

2. Gunakan Secukupnya
MSG bekerja sebagai penguat rasa, bukan bahan utama. Karena itu, gunakan dalam jumlah secukupnya sesuai kebutuhan resep.

3. Sesuaikan dengan Penggunaan Garam
Karena MSG membantu memperkuat cita rasa, penggunaan garam bisa disesuaikan agar rasa makanan tetap seimbang.

4. Padukan dengan Bahan Kaya Umami
Hasil terbaik biasanya diperoleh ketika MSG dipadukan dengan bahan-bahan yang memang kaya umami, seperti jamur, tomat, saus tiram, kaldu, atau daging.

Salah satu pilihan MSG yang hadir di pasaran yaitu Sasa MSG. Produk ini terbuat dari bahan tetes tebu alami, melalui proses fermentasi yang menghasilkan protein glutamat secara alami dan diproses secara higienis untuk menghasilkan produk MSG berkualitas.

Dengan penggunaan yang tepat dan secukupnya, MSG dapat membantu menghasilkan cita rasa masakan yang lebih gurih, seimbang, dan menggugah selera untuk berbagai hidangan, mulai dari tumisan sederhana hingga menu favorit keluarga seperti nasi goreng daging ayam.

Terkini

Terpopuler