ROHIL (RA) - Polsek Bangko Pusako, Polres Rokan Hilir (Rohil), menggelar panen raya jagung serentak kuartal II di Kepenghuluan Bangko Balam, Kecamatan Bangko Pusako, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Panen raya berlangsung di lahan seluas sekitar 0,5 hektare di RT 11/RW 06 Kepenghuluan Sidorukun, Bangko Balam. Dari lahan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 4 ton jagung pipil.
Kapolsek Bangko Pusako AKP Tri Adiyatmika mengatakan Polri berkomitmen mendukung setiap program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk mendampingi petani sejak masa tanam hingga hasil panen dipasarkan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Polsek Bangko Pusako berusaha mengakomodasi setiap kegiatan yang mendukung program Presiden RI. Jagung pipil merupakan sumber pakan ternak yang penting untuk mendukung ketahanan pangan," kata Tri.
Ia menjelaskan, hasil panen jagung tersebut selanjutnya akan dikirim ke Gudang Bulog Dumai dengan harga yang mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
"Hasil panen ini akan kita kirim ke Bulog Dumai dengan harga sesuai HET. Kami berharap kegiatan ini bermanfaat bagi BUMDes dan menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan sektor pertanian," ujarnya.
Kegiatan panen raya dihadiri Danramil 05 Rimba Melintang Kapten Inf Sudarwanto, perwakilan Camat Bangko Pusako Irfan Ahmadi, Penghulu Bangko Balam Agus Muklis, Direktur BUMDes Bangko Balam, penyuluh pertanian lapangan, personel Polsek Bangko Pusako, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Kecamatan Bangko Pusako berharap sinergi seluruh pihak dapat mendorong tercapainya swasembada pangan nasional pada 2026.
Hal senada juga disampaikan Danramil 05 Rimba Melintang yang mengajak seluruh elemen menjaga semangat kebersamaan untuk meningkatkan hasil pertanian.
Polsek Bangko Pusako menyebut pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan, mulai dari proses penanaman, perawatan hingga distribusi hasil panen.
"Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan," tutup Kapolsek.