Mitos atau Fakta? Gigi Ompong Berdampak Serius pada Kesehatan Mulut

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:10:26 WIB
ilustrasi gigi ompong

RIAUAKTUAL (RA) - Kehilangan gigi atau gigi ompong masih sering dianggap sebagai masalah yang wajar, terutama ketika terjadi pada usia dewasa atau lanjut usia. Tidak sedikit orang yang memilih membiarkan kondisi tersebut tanpa melakukan perawatan karena menganggap satu gigi yang hilang tidak akan memengaruhi kesehatan. Namun, benarkah anggapan tersebut?

Faktanya, gigi yang hilang bukan sekadar persoalan estetika. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi mulut secara menyeluruh, mulai dari kemampuan mengunyah hingga keseimbangan susunan gigi. Karena itu, menjaga kelengkapan gigi menjadi bagian penting dalam mempertahankan kualitas hidup.

Melansir Viva, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 56,9 persen penduduk berusia tiga tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut. Ironisnya, hanya sekitar 11,2 persen yang mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan gigi. Angka tersebut menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan gigi secara rutin.

Berbagai masalah seperti gigi berlubang, karies, penyakit gusi, hingga gigi tanggal masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak ditemukan di Indonesia. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi tersebut dapat berujung pada kehilangan gigi permanen.

Masih banyak masyarakat yang menganggap kehilangan satu gigi tidak akan memberikan dampak berarti. Padahal, anggapan tersebut merupakan mitos. Ketika satu gigi hilang, beban mengunyah akan berpindah ke gigi lain sehingga kinerjanya menjadi lebih berat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan efisiensi saat mengunyah makanan. Akibatnya, proses pencernaan juga berpotensi terganggu karena makanan tidak dikunyah secara optimal.

Tidak hanya itu, ruang kosong akibat gigi yang hilang dapat membuat gigi di sekitarnya bergeser secara perlahan. Pergeseran tersebut berisiko mengubah susunan gigi dan menyebabkan ketidakseimbangan gigitan. Bila dibiarkan, kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan lain, seperti rasa tidak nyaman saat mengunyah maupun gangguan pada fungsi rahang.

Kehilangan gigi juga dapat memengaruhi kemampuan berbicara. Beberapa bunyi tertentu menjadi lebih sulit diucapkan ketika terdapat celah pada susunan gigi. Selain itu, sebagian orang mengalami penurunan rasa percaya diri akibat perubahan penampilan setelah kehilangan gigi.

Selain memengaruhi fungsi mulut, gigi yang hilang dalam waktu lama juga dapat berdampak pada kesehatan jaringan pendukung gigi. Tulang rahang di area yang tidak lagi mendapatkan rangsangan dari akar gigi berpotensi mengalami penyusutan secara bertahap.

Perubahan tersebut dapat memengaruhi bentuk wajah sekaligus menyulitkan proses rehabilitasi gigi di kemudian hari. Oleh karena itu, penanganan sedini mungkin menjadi langkah yang disarankan agar fungsi mulut tetap terjaga. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga penting dilakukan untuk mengetahui kondisi rongga mulut secara menyeluruh. Dengan diagnosis yang tepat, pasien dapat memperoleh pilihan perawatan sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatannya.

Saat ini, terdapat berbagai metode untuk menggantikan gigi yang hilang. Salah satu pilihan yang banyak digunakan adalah implan gigi.

Implan gigi dirancang menyerupai akar gigi alami yang dipasang pada tulang rahang sebagai penyangga gigi pengganti. Dengan perencanaan dan evaluasi yang tepat, prosedur ini dapat membantu mengembalikan fungsi mengunyah, meningkatkan kenyamanan saat berbicara, sekaligus menjaga stabilitas susunan gigi.

Selain mengutamakan fungsi, perkembangan dunia kedokteran gigi juga semakin mengedepankan keseimbangan antara aspek klinis, estetika, dan teknologi.

Menurut drg. James Lai, Head of Clinic Smart Dental Muara Karang, perawatan implan gigi bukan  sekadar tindakan mengganti gigi yang hilang, tetapi juga memerlukan perencanaan klinis yang tepat. Pendekatan ini memungkinkan pasien memperoleh hasil perawatan yang tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga tampak lebih alami.

Pada akhirnya, anggapan bahwa gigi ompong hanya memengaruhi penampilan merupakan sebuah mitos. Faktanya, kehilangan gigi dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan mulut, fungsi pengunyahan, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

Melalui Smart Dental Implant Week, pasien dapat berkonsultasi langsung dengan dokter gigi untuk memahami kondisi gigi dan mulutnya secara lebih menyeluruh. Karena itu, jangan menunda pemeriksaan ke dokter gigi apabila mengalami kehilangan gigi agar kondisi tidak berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.

Terkini

Terpopuler