PEKANBARU (RA) - Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus kaburnya narapidana Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Ibnu Satya (ISD). Tangan kanan Ibnu berinisial R mengaku bosnya diduga rutin keluar masuk lapas, bahkan pulang ke rumah hampir setiap bulan.
Pengakuan tersebut disampaikan R saat menjalani pemeriksaan setelah ditangkap dalam kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu seberat 2,2 kilogram.
Dalam pemeriksaan, R mengungkapkan Ibnu diduga tidak hanya leluasa keluar dari lapas, tetapi juga kerap pulang menggunakan mobil.
"Dia tiap bulan pulang ke rumah," ujar R saat diinterogasi, Senin (27/7/2026).
R juga mengaku dirinya yang menyerahkan uang sebesar Rp30 juta kepada sejumlah oknum petugas Lapas Kelas IIA Pekanbaru agar Ibnu bisa keluar masuk lapas tanpa hambatan.
"Saya yang ngasih uangnya langsung Rp30 juta ke pegawai-pegawai itu," katanya.
Tak hanya itu, R membantah kabar yang menyebut Ibnu melarikan diri dari Rumah Sakit PMC Pekanbaru. Menurutnya, narapidana tersebut justru menghilang saat berada di rumah pribadinya.
"Hilang di rumah, bukan di rumah sakit. Saya ada di lokasi. Setiap dia pulang saya selalu ada di rumahnya. Hampir tiap bulan dia pulang naik mobil Xenia," ungkapnya.
Menanggapi berkembangnya informasi tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau memastikan akan mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang melibatkan petugas lapas.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau melalui Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal, Nimrot Sihotang, mengatakan tim pemeriksa telah dibentuk untuk menyelidiki secara menyeluruh kronologi kaburnya ISD.
Selain itu, tiga petugas yang mengawal narapidana saat kejadian telah ditarik ke Kanwil Ditjenpas Riau untuk menjalani pemeriksaan.
"Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran terhadap SOP maupun bentuk kelalaian lainnya, maka akan diberikan tindakan tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Nimrot.
Hingga kini, tim gabungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kanwil Ditjenpas Riau, dan kepolisian masih melakukan pencarian terhadap Ibnu Satya yang belum berhasil ditemukan.