JAKARTA (RA) – Belantara Foundation menyambut penetapan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Nasional 2026-2055 sebagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, mengatakan kehadiran RPPEM Nasional menjadi bukti Indonesia memiliki visi jangka panjang dalam melindungi salah satu aset alam terpenting di dunia.
Menurutnya, tantangan pengelolaan mangrove saat ini tidak lagi dapat diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga filantropi.
"RPPEM Nasional 2026-2055 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki visi jangka panjang dalam menjaga salah satu aset alam paling penting yang kita miliki. Tantangan pengelolaan mangrove saat ini tidak lagi dapat diselesaikan secara sektoral. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, lembaga filantropi, media, dan organisasi masyarakat sipil agar perlindungan mangrove menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional," kata Dolly dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Ia menilai RPPEM Nasional menjadi peluang untuk memperkuat pendekatan kolaboratif yang selama ini dijalankan Belantara Foundation, yakni menghubungkan upaya konservasi keanekaragaman hayati dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Dolly, mangrove yang terjaga tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir, memperkuat adaptasi terhadap perubahan iklim, serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan Indonesia.
"Belantara Foundation memandang RPPEM Nasional sebagai peluang untuk memperkuat pendekatan kolaboratif yang selama ini kami dorong. Kami percaya bahwa mangrove yang sehat bukan hanya menghasilkan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dan memperkuat pencapaian target pembangunan berkelanjutan Indonesia," ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi di lapangan, Belantara Foundation sejak 2023 telah mendampingi masyarakat pesisir melalui skema Hutan Desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kawasan tersebut didominasi hutan mangrove yang dikembangkan sebagai sumber ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli, Belantara Foundation bersama Klaster Lingkungan Hidup dan Konservasi Filantropi Indonesia juga menggelar rangkaian kampanye dan edukasi bertema "Jaga Mangrove, Kehidupan Lestari".
Program tersebut meliputi edukasi bagi siswa sekolah dasar melalui kunjungan ke kawasan mangrove, kampanye digital, seminar dan webinar nasional, hingga aksi penanaman mangrove.
Dolly berharap peringatan Hari Mangrove Sedunia tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng pesisir sekaligus penyangga kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Rully Amrullah, menyebut RPPEM Nasional 2026-2055 membuka ruang yang lebih luas bagi lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam konservasi mangrove melalui kolaborasi multipihak.
Senada, Chief Executive Officer Rumah Zakat sekaligus Koordinator Klaster Lingkungan Hidup dan Konservasi Filantropi Indonesia, Irvan Nugraha, menegaskan perlindungan mangrove tidak hanya menyangkut pelestarian lingkungan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.