KUANSING (RA) - Aksi Bripka Asril mencuri perhatian publik. Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik, Polres Kuantan Singingi (Kuansing), itu viral di media sosial setelah tampil menjadi timbo ruang Jalur Endang Rumus asal Desa Banjar Guntung.
Di balik aksinya di atas jalur, Bripka Asril ternyata bukan orang baru dalam olahraga dayung. Sebelum menjadi anggota Polri, ia merupakan atlet dayung Provinsi Riau yang pernah berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON).
Kini, keterlibatannya dalam Pacu Jalur menjadi bagian dari upayanya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus ikut melestarikan tradisi kebanggaan Kuantan Singingi.
Bripka Asril merupakan Bhabinkamtibmas yang membina lima desa di Kecamatan Kuantan Mudik, yakni Desa Bukit Pedusunan, Luai, Seberang Pantai, Banjar Guntung dan Rantau Sialang.
Sejak dipercaya menjadi Bhabinkamtibmas pada 2021, Asril aktif mendampingi berbagai kegiatan masyarakat di desa binaannya. Salah satunya adalah tradisi Pacu Jalur.
Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana mengatakan viralnya video Bripka Asril bukan semata-mata karena keberadaannya di atas jalur.
Menurutnya, masyarakat melihat bagaimana seorang polisi dapat hadir dan berbaur langsung dalam kehidupan warga.
"Apa yang dilakukan Bripka Asril menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut menjaga budaya yang menjadi identitas daerah," kata Hidayat, Jumat (24/7/2026).
Menurut Hidayat, tugas seorang Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan persoalan penegakan hukum dan keamanan.
Kedekatan dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.
Pacu Jalur, lanjut Hidayat, bukan hanya sebuah perlombaan tradisional. Tradisi tersebut telah menjadi ruang yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat di Kuantan Singingi.
Karena itu, ia mendorong seluruh Bhabinkamtibmas untuk memahami karakter dan budaya masyarakat di wilayah binaannya.
"Kami terus mendorong seluruh Bhabinkamtibmas untuk mengenal masyarakatnya, memahami budaya lokal, serta hadir dalam setiap kegiatan positif. Semakin dekat polisi dengan masyarakat, semakin kuat pula kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban," ujarnya.
Bripka Asril mengaku tidak pernah berniat mencari perhatian hingga akhirnya aksinya viral di media sosial.
Keikutsertaannya menjadi timbo ruang berawal dari kepercayaan masyarakat Desa Banjar Guntung yang memintanya menjadi bagian dari Jalur Endang Rumus.
"Sebagai Bhabinkamtibmas, saya ingin menjadi bagian dari masyarakat yang saya bina. Ketika mereka mengajak saya terlibat dalam Pacu Jalur, saya menerimanya sebagai bentuk kebersamaan. Tradisi ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi yang harus terus dijaga," kata Asril.
Keterlibatan Asril dalam Pacu Jalur juga tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai atlet.
Sebelum menjadi anggota Polri melalui jalur prestasi, Asril merupakan atlet dayung Provinsi Riau dan pernah tampil dalam ajang PON.
Ia kemudian bertugas di Satuan Brimob Polda Riau sejak 2006 sebelum akhirnya menjadi Bhabinkamtibmas.
Pengalamannya sebagai atlet membuat Asril memahami karakter olahraga dayung. Namun, baginya, Pacu Jalur memiliki nilai yang jauh lebih luas dari sekadar perlombaan.
Tradisi tersebut mengajarkan semangat gotong royong, kekompakan dan persaudaraan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Kuantan Singingi.
Viralnya video dirinya menjadi timbo ruang pun diharapkan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana anggota kepolisian bisa membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan budaya.
"Saya berharap momen itu dapat menginspirasi semakin banyak anggota Polri untuk terus membangun hubungan yang erat dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian," tutup Asril.