Tanam 5 Pohon Matoa, Polsek Bangko Pusako Gaungkan Green Policing

Jumat, 17 Juli 2026 | 07:40:25 WIB
Personil Polsek Bangko Pusako dan warga menanam bibit pohon

ROHIL (RA) - Polsek Bangko Pusako, Polres Rokan Hilir, menggelar sosialisasi program Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau sekaligus melakukan penanaman bibit pohon di Jalan H. Annas Maamun, Kelurahan Bangko Kanan, Kecamatan Bangko Pusako, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB itu dipimpin langsung Kapolsek Bangko Pusako AKP Tri Adiyatmika. Hadir pula Kanit Binmas Ipda Syamsul, Bhabinkamtibmas Aiptu M. Sihombing, Ps Kanit Propam Aipda Deni Ambara, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak lima bibit pohon matoa ditanam sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan sekaligus implementasi program Green Policing di wilayah hukum Polsek Bangko Pusako.

AKP Tri Adiyatmika menjelaskan, Green Policing merupakan salah satu program prioritas Kapolda Riau yang mengedepankan pendekatan kepolisian yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.

"Green Policing merupakan konsep pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman dan krisis lingkungan. Melalui edukasi serta penanaman pohon, kami ingin membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan," kata Tri.

Selain Green Policing, Kapolsek juga menyosialisasikan sejumlah program unggulan Kapolda Riau lainnya, yakni Radar (Riau Damai Anti Cyber Crime) untuk menciptakan ruang digital yang aman, Raga (Riau Anti Gank dan Anarkisme) guna melindungi masyarakat dari aksi premanisme dan anarkisme, serta Jalur (Jelajah Riau untuk Rakyat) yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat di daerah terpencil dan kawasan aliran sungai.

"Konsep Green Policing tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum, tetapi juga mendorong polisi menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui edukasi dan kolaborasi dengan masyarakat," ungkapnya.

Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi langkah preventif menghadapi berbagai persoalan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pencemaran lingkungan, hingga dampak perubahan iklim.

"Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan sehingga keberlanjutan alam dapat terus terpelihara," pungkasnya.

Terkini

Terpopuler