Minum Milk Tea Bikin Cepat Gemuk ketimbang 2 Piring Makan Nasi, Ini Alasannya

Ahad, 12 Juli 2026 | 05:54:50 WIB
ilustrasi minuman milk tea boba

RIAUAKTUAL (RA) - Banyak orang mati-matian mengurangi konsumsi nasi demi menjaga berat badan, namun di sisi lain tetap santai menenggak minuman manis kekinian setiap hari. Padahal, secara medis, kalori dalam bentuk cair (liquid calories) jauh lebih berbahaya dan mengelabui sistem tubuh manusia dibandingkan dengan kalori dari makanan padat, sekalipun dalam porsi besar.

Spesialis Gizi Klinik, dr Christopher Andrian MGizi SpGK, mengungkapkan bahwa sifat minuman manis yang berbentuk cair membuat sistem tubuh gagal mendeteksi sinyal kepuasan makan, sehingga memicu konsumsi kalori yang berlebihan tanpa disadari.

"Minum milk tea bisa bikin lebih gemuk, karena kan dia liquid jadi alarm lapar-kenyangnya itu nggak berasa. Beda sama makan dua porsi nasi, dia pasti merasa kenyang," jelas dr Christopher, dikutip dari detikcom.

Tren konsumsi minuman seperti milk tea, es kopi susu gula aren, hingga matcha latte telah menjadi bagian dari gaya hidup urban. Sayangnya, segelas minuman ini kerap menyimpan bom waktu berupa kandungan gula yang terlampau tinggi, yang jika dikonsumsi rutin akan langsung merusak sistem tata kelola energi tubuh.

Ketika memakan dua porsi nasi, lambung akan meregang dan mengirimkan sinyal kuat ke otak bahwa kapasitas penuh telah tercapai, memaksa kita untuk berhenti makan karena begah. Nasi juga membutuhkan waktu lama untuk dicerna, sehingga energi dilepaskan secara bertahap.

Sebaliknya, milk tea atau kopi susu gula aren mengalir begitu saja melewati lambung tanpa memicu "alarm" peregangan mekanis tersebut. Otak tetap berpikir bahwa tubuh belum mengonsumsi apa pun, sementara aliran darah sudah langsung dibanjiri oleh lonjakan gula instan.

"Minuman seperti milk tea, kopi susu gula aren, matcha latte itu kan juga kebanyakan tinggi gula ya. Tidak sadar bisa tiba-tiba obesitas, diabetes," lanjut dr Christopher.

Akibatnya, tubuh mendapatkan pasokan kalori setara makanan berat, namun sensasi lapar tetap menuntut untuk dipenuhi yang bisa memicu obesitas dan diabetes di usia muda.

Terkini

Terpopuler