Petani Plasma Akui Harga Sawit di PTPN IV Tetap Stabil Saat Pasar Anjlok

Rabu, 08 Juli 2026 | 08:00:00 WIB
Ketua Koperasi Produsen Makarti Jaya, Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Hadiyanto.

PEKANBARU (RA) - Petani kelapa sawit yang bermitra dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mengaku merasakan manfaat nyata pola kemitraan, terutama saat harga tandan buah segar (TBS) sawit di pasaran sempat anjlok akibat gejolak industri beberapa waktu lalu.

Ketua Koperasi Produsen Makarti Jaya, Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Hadiyanto, mengatakan PTPN IV tetap membeli TBS petani plasma dengan harga yang stabil, bahkan lebih tinggi dibandingkan sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) swasta di wilayah tersebut.

"Kami dan segenap petani mitra PTPN IV Regional III Sei Tapung sangat bersyukur menjadi bagian dari PTPN IV. Saat petani swadaya sangat terimbas dengan anjloknya harga, kami masih bisa tersenyum karena harga tetap stabil," ujar Hadiyanto saat diskusi panel peluncuran buku Setiyono, Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi di Pekanbaru, Rabu (7/7/2026).

Menurutnya, selisih harga pembelian TBS yang diterima petani mitra dibandingkan PKS lain berkisar antara Rp600 hingga Rp1.000 per kilogram. Kondisi tersebut memberikan kepastian pendapatan bagi petani, terutama saat produktivitas kebun menurun akibat usia tanaman maupun faktor cuaca.

"Kebijakan harga yang diterapkan PTPN IV sangat membantu petani anggota kami. Di saat tren produksi sedang menurun dan harga di PKS lain anjlok, PTPN tetap hadir dengan harga yang stabil. Pendapatan petani menjadi lebih aman," katanya.

Hadiyanto menjelaskan, Koperasi Produsen Makarti Jaya saat ini mengelola kebun plasma seluas 731 hektare dan telah bermitra dengan PTPN IV selama lebih dari 30 tahun. Para petani bahkan telah memasuki siklus tanam kedua setelah mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada 2019.

Ia menilai kemitraan tersebut tidak hanya memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani, tetapi juga meningkatkan produktivitas melalui pendampingan teknis dan penerapan praktik budidaya terbaik.

Karena itu, ia berharap kerja sama tersebut terus berlanjut, baik dalam menjaga stabilitas harga TBS maupun pendampingan kepada petani agar produktivitas dan kesejahteraan terus meningkat.

"Kami berharap PTPN tetap membeli TBS kami dengan harga yang telah disepakati setiap pekannya bersama pemerintah daerah dan terus mendampingi petani. Kemitraan ini sudah terbukti saling menguntungkan dan memberikan manfaat bagi petani," ujarnya.

Ia juga mengajak petani swadaya untuk mempertimbangkan pola kemitraan sebagai salah satu solusi menghadapi dinamika industri sawit yang semakin kompetitif.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan hingga April 2026 perusahaan telah menyerap sekitar 1,03 juta ton TBS dari masyarakat dan petani mitra. Angka tersebut meningkat 2,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan serapan TBS menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga roda perekonomian masyarakat di sentra perkebunan sawit.

"Peningkatan volume serapan ini berjalan beriringan dengan penerapan standar mutu yang jelas. Hingga April 2026, perolehan rendemen CPO kami terjaga di angka 18,69 persen," kata Jatmiko.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas perkebunan di berbagai daerah guna memastikan implementasi ketentuan harga sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024.

Menurut Arya, keberadaan PTPN IV sebagai perusahaan milik negara tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga berperan menjaga stabilitas tata niaga sawit ketika pasar mengalami gejolak.

"PTPN IV PalmCo terus berkoordinasi dengan dinas perkebunan untuk memastikan implementasi Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Kehadiran BUMN di daerah harus menjadi referensi harga yang wajar dan menjadi jangkar pengaman tata niaga, terutama saat pasar sedang mengalami gejolak," pungkasnya.

Terkini

Terpopuler