Laba Tembus Rp7,08 Triliun, PTPN IV PalmCo Setor Dividen Rp2,83 Triliun ke Negara

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:26:56 WIB
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa.

PEKANBARU (RA) - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menetapkan pembagian dividen sebesar Rp2,83 triliun atau 40 persen dari laba bersih tahun buku 2025. 

Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Kantor Badan Pengelola (BP) BUMN, Jakarta, awal pekan lalu.

Sepanjang 2025, subholding PTPN III (Persero) itu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp7,08 triliun, meningkat 90,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,72 triliun.

Dengan rasio pembayaran dividen sebesar 40 persen, total dividen yang disetorkan kepada pemegang saham mencapai sekitar Rp2,83 triliun, atau meningkat 88,7 persen dibandingkan dividen tahun 2024 sebesar Rp1,5 triliun.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan berbagai indikator keuangan dan operasional. PTPN IV PalmCo mencatatkan EBITDA sebesar Rp13,27 triliun, naik 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,09 triliun.

Selain itu, tingkat pengembalian aset (Return on Assets/ROA) mencapai 9,2 persen, sementara volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) meningkat 7,7 persen menjadi 2,74 juta ton.

Dalam RUPST, perwakilan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna yang dikuasakan kepada Direktur Peningkatan Nilai BUMN Ketahanan Pangan dan Industri Strategis, Rainoc, menyampaikan apresiasi atas kinerja perusahaan yang dinilai merupakan hasil kerja seluruh jajaran manajemen dan karyawan.

Meski demikian, pemegang saham juga meminta perusahaan terus memperkuat mitigasi risiko serta melakukan berbagai langkah perbaikan agar operasional dan realisasi investasi ke depan semakin optimal.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan kepada negara sekaligus bukti kinerja positif yang berhasil dicapai sepanjang 2025.

"RUPST telah menyetujui alokasi 40 persen dari laba bersih sebagai dividen sebesar Rp2,83 triliun. Laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp7,08 triliun ini naik 90,3 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp3,72 triliun," ujar Jatmiko, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan laba tidak hanya didorong kenaikan harga jual rata-rata CPO yang mencapai Rp14.223 per kilogram atau naik 10,4 persen dibandingkan 2024, tetapi juga hasil dari berbagai langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan.

Menurut Jatmiko, manajemen juga menyadari masih terdapat sejumlah ruang perbaikan, terutama pada aspek operasional, realisasi investasi, dan penguatan manajemen risiko.

"Kami menaruh perhatian penuh pada arahan pemegang saham dan akan terus melakukan identifikasi serta perbaikan, sehingga kinerja operasional maupun realisasi investasi ke depannya dapat berjalan lebih maksimal. Harapannya, dividen yang diberikan kepada pemegang saham juga akan semakin optimal," pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler