RIAUAKTUAL (RA) - Flu menjadi salah satu penyakit umum yang dialami banyak orang di seluruh dunia. Namun, meski jarang terjadi, flu juga dapat menyebabkan komplikasi.
Dikutip dari laman NYPost, Kaydin Baldwin dari Kerrville dari Texas, tertular flu tahun lalu saat dirinya berusia 13 tahun. Namun, flu yang dialaminya semakin parah.
Dia mengidap pneumonia streptokokus dan sepsis, yaitu kondisi yang mengancam jiwa akibat infeksi yang dipicu oleh flu. Meski jarang terjadi, influenza dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk infeksi bakteri yang parah dan mengancam jiwa.
Kaydin kemudian mengalami pneumonia nekrotik, yaitu bentuk pneumonia bakteri langka yang menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, yang dapat diawali dengan gejala mirip flu, tetapi kemudian berkembang dengan cepat menjadi kondisi yang lebih parah.
Karena kondisinya terus memburuk, dia harus menjalani perawatan di rumah sakit selama lebih dari 100 hari.
"Gagal organ multipel, 117 hari di rumah sakit, dia mengalami henti jantung selama dua menit," kata ibu Kaydin, Amanda Baldwin.
Pada Maret 2026, dokter mengambil keputusan untuk mengamputasi lengan kanan serta kedua kaki Kaydin demi menyelamatkan nyawanya. Dikutip dari laman Kens5, terlepas dari tantangan yang dihadapinya, Kaydin tidak menyerah. Dia baru merayakan ulang tahunnya yang ke-14 dan telah dipasangkan kaki palsu.
Ibunya mengatakan bahwa melihat putrinya berjuang melewati setiap rintangan telah memberinya kekuatan.
"Saya mendapat kekuatan darinya setiap hari untuk terus berada di sisinya dan tidak menangis di depannya," katanya.
Keluarga Kaydin meminta bantuan masyarakat untuk mengumpulkan dana guna membeli mobil van yang dapat mengangkut kursi roda. Dukungan yang diterima Kaydin pun sangat besar. Dia menerima hadiah, hingga berbagai pesan penyemangat.
"Sungguh luar biasa betapa dia dicintai. Betapa keluarga kami dicintai," ungkap Amanda.