Replika Kapal Harimau Buas Siak Jadi Sorotan di MTQ ke-44 Riau, Angkat Sejarah Kesultanan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:51:48 WIB
Replika Kapal Harimau Buas Siak jadi sorotan di MTQ ke-44 Riau.

SIAK (RA) - Replika Kapal Perang Harimau Buas yang ditampilkan Kabupaten Siak pada Pawai Perahu Hias Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau di Sungai Batang Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026), menjadi salah satu atraksi yang paling mencuri perhatian masyarakat.

Berbeda dengan peserta dari daerah lain, Kabupaten Siak mengangkat sejarah Kesultanan Siak melalui replika kapal perang yang sarat makna filosofis dan nilai-nilai keislaman.

Replika Kapal Harimau Buas mengisahkan perjuangan Kesultanan Siak pada Perang Guntung tahun 1759, ketika Sultan Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah bersama para panglima dan hulubalang mempertahankan marwah negeri dari tekanan VOC.

Koordinator Pawai Ta'aruf Kafilah Kabupaten Siak, Tengku Zulkarnain, mengatakan replika tersebut bukan sekadar karya seni, tetapi menjadi media edukasi sejarah yang mengusung tema 'Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak'.

"Kapal Harimau Buas bukan hanya simbol peperangan, tetapi simbol perjuangan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an. Para Sultan Siak mengajarkan bahwa kekuatan negeri lahir dari iman, ilmu, persatuan, dan kepemimpinan yang amanah," ujarnya.

Zulkarnain yang juga menjabat Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Siak menjelaskan, 12 dayung yang berada di sisi kanan dan kiri kapal melambangkan 12 sultan yang pernah memimpin Kesultanan Siak sebagai simbol estafet kepemimpinan Melayu yang berlandaskan syariat Islam.

Di atas replika kapal, ditampilkan sosok Sultan Siak yang diperankan Kerabat Resam Siak sebagai simbol pemimpin yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam memimpin negeri.

Turut berada di atas kapal Bupati Siak dan Wakil Bupati Siak sebagai representasi keberlanjutan kepemimpinan daerah dalam menjaga warisan sejarah, budaya Melayu, dan nilai-nilai keislaman.

Selain itu, tujuh panglima kerajaan yang diperankan anggota Dewan Kesenian Siak menggambarkan hulubalang yang menjaga marwah dan kehormatan negeri.

Menurut Zulkarnain, seluruh formasi di atas Kapal Harimau Buas merepresentasikan empat pilar utama peradaban Melayu Siak, yakni Umara, Ulama, Adat, dan Hulubalang.

"Kami ingin menyampaikan pesan bahwa MTQ bukan hanya tentang tilawah dan perlombaan, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an hadir dalam sejarah, budaya, pemerintahan, adat, dan kehidupan masyarakat Melayu. Inilah spirit yang diwariskan para Sultan Siak kepada generasi penerus," katanya.

Melalui penampilan tersebut, Kabupaten Siak berharap masyarakat tidak hanya menikmati kemeriahan pawai, tetapi juga memahami nilai sejarah perjuangan Kesultanan Siak serta pentingnya menjaga persatuan, adat istiadat, dan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Terkini

Terpopuler