Tertinggi Ketiga di Riau, Capaian CKG Kota Pekanbaru Sudah Diakses 84.000 Jiwa

Kamis, 18 Juni 2026 | 19:34:55 WIB
Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru, Dedy Sambudi dan jajaran foto bersama Kadiskes Riau, Zulkifli

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) terus berupaya meningkatkan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG). 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau guna mempercepat peningkatan cakupan layanan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan bahwa capaian CKG di Kota Pekanbaru mengalami peningkatan yang signifikan. 

Saat ini, Pekanbaru berada di posisi ketiga di Provinsi Riau dengan sekitar 84.000 jiwa yang telah mengakses layanan cek kesehatan gratis atau mencapai 12,5 persen dari target yang ditetapkan.

Menurutnya, pada pertemuan yang digelar hari ini, Dinas Kesehatan Provinsi Riau menerima jajaran Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru untuk melakukan kolaborasi dan koordinasi dalam menyusun langkah-langkah strategis guna mempercepat pelaksanaan program CKG.

"Ke depan, kami akan melibatkan perguruan tinggi kesehatan, rumah sakit, klinik, tenaga kerja, serta perusahaan-perusahaan di Pekanbaru. Semua pihak ini akan kami kolaborasikan agar percepatan capaian program semakin tinggi," katanya, Kamis (18/6/2026).

Zulkifli juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, masih terdapat 111 sekolah yang belum masuk ke dalam aplikasi ASIK. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi capaian program, khususnya dalam proses penginputan data.

"Jika pihak sekolah belum masuk ke dalam aplikasi, tentu hal ini akan memengaruhi capaian dalam penginputan data," terangnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang telah menjalin kolaborasi dalam rangka optimalisasi program Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya penguatan layanan kesehatan primer.

Menurutnya, data yang diperoleh dari program tersebut nantinya akan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan primer sehingga berbagai permasalahan kesehatan di tengah masyarakat dapat diidentifikasi lebih dini. Selain itu, data tersebut juga dapat digunakan untuk perencanaan kebutuhan obat, bahan habis pakai (BHP), serta tindak lanjut terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Dengan pendataan yang baik, masyarakat yang sakit akan lebih mudah teridentifikasi dan ditindaklanjuti. Karena itu, kolaborasi seperti ini akan terus kami tingkatkan dan petakan," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudy, mengatakan bahwa pihaknya mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dalam upaya meningkatkan cakupan CKG di Kota Pekanbaru.

"Hari ini kita mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi untuk meningkatkan cakupan cek kesehatan gratis di Kota Pekanbaru. Ini merupakan terobosan yang sangat luar biasa. Semoga kami di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru bersama para kepala puskesmas dapat menindaklanjuti langkah-langkah yang telah disusun sehingga cakupan CKG semakin meningkat," ujarnya.

Dedy menambahkan, pihaknya sengaja menghadirkan kepala puskesmas yang masih memiliki cakupan rendah agar dapat belajar dan melihat berbagai kelemahan yang perlu dievaluasi. Dengan demikian, kebijakan dan upaya perbaikan yang tepat dapat segera dilakukan.

"Kami berharap puskesmas-puskesmas dengan capaian rendah dapat meningkatkan cakupannya ke depan," ulasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya cakupan program CKG. Di antaranya adalah pemeriksaan kesehatan di sekolah yang belum berjalan optimal. 

Meski demikian, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tidak hanya berfokus pada pelaksanaan cek kesehatan, tetapi juga mulai memberikan perhatian terhadap berbagai kendala yang memengaruhi pelaksanaan program tersebut agar dapat segera ditangani.

Terkini

Terpopuler