SIAK (RA) - Abdul Wardani resmi menjadi Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) termuda di Kabupaten Siak setelah dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Siak Afni Zulkifli sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Bapekam Buatan II, Kecamatan Koto Gasib.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Koto Gasib itu turut dihadiri Camat Koto Gasib, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Siak, Kapolsek Koto Gasib, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintahan kampung, termasuk Bapekam, memiliki peran penting dalam mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan setiap program berjalan sesuai aturan.
Menurut Afni, kondisi fiskal yang saat ini cukup terbatas menuntut seluruh elemen pemerintahan kampung untuk mampu beradaptasi, bekerja lebih efektif, dan tetap fokus pada kesejahteraan masyarakat.
"Kita harus belajar cepat untuk memahami bagaimana menghadapi ruang fiskal yang sempit, serta tetap yakin dan percaya bahwa setiap kebijakan yang diambil bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Abdul Wardani menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan kampung secara maksimal.
Menurutnya, Bapekam memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah kampung dalam menjaga keseimbangan tata kelola pemerintahan, khususnya dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan.
"Layaknya anggota dewan, Bapekam menjadi tulang punggung dalam pengawasan pemerintahan kampung agar tercipta keseimbangan dan tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggaran kampung," kata Abdul Wardani, Senin (15/6/2026)
Sebagai Ketua Bapekam termuda di Kabupaten Siak, ia juga berharap lembaganya dapat lebih aktif dalam menggali potensi kampung guna meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK), termasuk melalui optimalisasi aset kampung, pemanfaatan lahan produktif, serta pembinaan pelaku UMKM.
Menurutnya, tantangan yang ada saat ini harus dijadikan motivasi untuk terus berinovasi dan membangun kampung yang lebih mandiri.
"Ini bukan melemahkan semangat kita, tetapi menjadi dorongan bagi kita semua untuk bangkit bersama dari kondisi yang ada," pungkasnya.