PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, memastikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) berjalan dengan optimal. Salah satunya pembangunan Koperasi Merah Putih.
Kepala Disperindagkop UKM Riau, Taufiq Oesman Hamid menyebutkan sebanyak 1.862 KMP akan dibangun di 12 kabupaten kota. Di mana, hingga Mei 2026, sudah 1.063 yang sudah proses pembangunan.
"Untuk Riau secara keseluruhan ada 1.862 unit dan sudah 1.063 unit atau setara 58 persen yang sudah proses pembangunan," kata Taufiq, Jumat (12/6/2026).
Dikatakannya, proses tersebut telah melampaui target nasional. Di mama, masing-masing provinsi diminta untuk menyelesaikan progres pembangunan hingga 50 persen pada tahap pertama.
Pada tahap kedua, pihaknya menargetkan pembangunan sudah 100 persen. Hanya saja, beberapa persoalan, seperti ketersediaan lahan masih menjadi kendala.
"Kalau sudah masuk tahap dua, kita ingin mengejar di angka 100 persen, 1.862 itu selesai semua. Tapi persoalannya, untuk hampir 800 unit itu belum ada lahannya," ucap Taufiq.
Dikatakannya, tantangan terbesar di tahap percepatan ini adalah ketersediaan dan kesesuaian lahan. Dengan verifikasi lahan seluas minimal 1.000 meter persegi, sementara beberapa lokasi belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat tersebut.
"Kemarin di Rakornas Kemenkop sudah kita minta, untuk lahannya untuk lahannya tidak seluas itu, karena di daerah-daerah susah mendapatkan lahan ideal itu. Dan kemungkinan akan ada standar baru," katanya.
Terkait dengan isi gerai apakah akan langsung diisi oleh pemerintah pusat melalui Agrinas, Taufiq menyatakan, jika pengisian gerai diselesaikan setelah serah terima.
"Pengerjaan fisik belum serah terima dengan Agrinas karena tim verifikasi dan validasi belum turun, kita harapkan lounching yang kedua sudah selsai, kita diminta menyelesaikan lebih cepat dan cepat. Nanti setelah selesi masuk itu dari Agrinas, misalnya mobil, motor, meja kursi, AC dan lain-lain," pungkasnya.