Pamigo Kuansing Siap Tampung TBS Petani

Ahad, 31 Mei 2026 | 16:41:25 WIB
Pamigo milik KUD Tupan Tri Bhakti di Kabupaten Kuantan Singingi dari program Sarpras BPDP.

PEKANBARU (RA) – Pabrik Mini Minyak Goreng (Pamigo) di Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, yang dibangun melalui program sarana dan prasarana (sarpras) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), semakin mendekati tahap operasional penuh. 

Saat ini, fasilitas tersebut dinyatakan siap mengolah tandan buah segar (TBS) petani, meski masih membutuhkan tambahan tangki penyimpanan crude palm oil (CPO).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Riau, T. Ridwan Putra Yuda, mengatakan tim dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pabrik beberapa waktu lalu.

"Bulan lalu tim dari Ditjenbun sudah turun, meninjau langsung. Hasil itu nanti akan dirapatkan dengan BPDP di Jakarta," kata Ridwan, kepada riauaktual.com, Minggu (31/5/2026).

Pamigo tersebut merupakan salah satu proyek hilirisasi sawit rakyat yang dibangun menggunakan dana BPDP senilai Rp5,5 miliar. Pabrik ini dirancang untuk mengolah hasil kebun petani menjadi produk bernilai tambah, termasuk minyak goreng dan CPO.

Menurut Ridwan, secara teknis pabrik sebenarnya sudah mampu memproduksi minyak goreng. Namun tingginya harga TBS saat ini menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum produksi komersial dijalankan.

"Untuk produksi minyak goreng sebenarnya sudah bisa. Namun saat ini harga TBS cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan akan merugi jika langsung diolah menjadi minyak goreng," ujarnya.

Sebagai alternatif, Pamigo dinilai lebih realistis untuk memproduksi CPO terlebih dahulu. Hanya saja, operasional penuh masih terkendala belum tersedianya tangki berkapasitas besar sebagai tempat penyimpanan hasil produksi.

"Kalau seandainya mereka memproduksi CPO terus, kan harus ada tempat penyimpanan. Dan mereka belum ada tangki. Mereka sudah mengusulkan di APBD tapi belum dapat. Saat ini mencari opsi lain, termasuk juga akan mengajukan ke BPDP," jelasnya.

Ridwan menegaskan, seluruh fasilitas utama pabrik pada dasarnya telah siap digunakan. Sejumlah uji coba pengolahan juga telah dilakukan dengan hasil yang memuaskan.

"Semuanya sudah siap. Sudah dilakukan beberapa kali uji coba dan berhasil. Termasuk juga sudah mendatangkan ahli dari Unand," tambahnya.

Pamigo Kuansing nantinya akan memanfaatkan pasokan TBS dari kebun milik KUD Tupan Tri Bhakti seluas 213,51 hektare yang menjadi pengusul program sarpras tersebut. Jika kebutuhan bahan baku meningkat, pasokan akan diperoleh dari kebun-kebun sawit petani di sekitar wilayah Singingi Hilir.

Keberadaan pabrik ini diharapkan menjadi tonggak penting hilirisasi sawit rakyat di Riau. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan petani melalui pengolahan hasil kebun, Pamigo juga berpotensi menjadi pusat penampungan TBS bagi petani sekitar yang selama ini masih bergantung pada pabrik kelapa sawit skala besar.

Dengan dukungan tambahan tangki penyimpanan CPO, Pamigo Kuansing diyakini dapat segera beroperasi optimal dan menjadi contoh pengembangan industri sawit berbasis koperasi petani di Indonesia.

Tags

Terkini

Terpopuler