Rachmat Pambudy: Hilirisasi Sawit Harus Berbasis Riset untuk Hasilkan Produk Bernilai Tinggi

Ahad, 31 Mei 2026 | 16:14:53 WIB
Tandan buah segar (TBS) sawit.

JAKARTA (RA) – Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri kelapa sawit agar tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah. Melalui hilirisasi, komoditas sawit diharapkan mampu menghasilkan berbagai produk bernilai tambah tinggi yang dapat meningkatkan daya saing dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa pengembangan industri sawit ke depan harus bertumpu pada inovasi, teknologi, dan riset.

"Hilirisasi sawit tidak lagi dapat bertumpu pada ekspor bahan mentah semata, melainkan harus diarahkan pada pengembangan produk-produk inovatif berbasis teknologi dan riset," ujar Rachmat, dikutip dari Antara, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, potensi hilirisasi sawit sangat besar. Satu tandan buah sawit dapat diolah menjadi beragam produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari lipstik alami, kapsul beta karoten, material komposit, hingga berbagai produk industri lainnya.

Rachmat menilai sawit merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai tambah besar apabila didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, ia mendorong penguatan pusat studi sawit di lingkungan perguruan tinggi, termasuk di IPB University.

Menurutnya, pengembangan riset sawit yang dimulai dari skala kecil sekalipun dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan industri dan kesejahteraan masyarakat.

"Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi kunci agar pengembangan sawit dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," katanya.

Selain pengembangan produk hilir, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi alternatif yang dapat mendukung ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG.

Dalam kesempatan itu, Rachmat menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan industri sawit berbasis riset, inovasi, dan hilirisasi bernilai tambah tinggi.

"Kami semua mendapat arahan langsung dari Presiden. Khusus sawit ini, paling tidak ada tiga institusi yang mendapat arahan, yaitu kementerian yang menangani lahan dan pendidikan tinggi, kemudian Agrinas atau PT Agro Industri Nasional (Persero), dan saya sebagai Kepala Bappenas karena kami mendapat tugas untuk menangani hilirisasi sawit," ujarnya.

Tags

Terkini

Terpopuler