Pengamat Minta Inspektorat Tindaklanjuti Arahan Plt Gubri Soal Dugaan Kasus Korupsi

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:34:00 WIB
Pengamat Hukum, Zulwisman.

PEKANBARU (RA) - Cara Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menegur sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan menuai polemik dan mendapat sorotan sejumlah pihak.

Salah satunya, Pengamat Hukum, Zulwisman. Dirinya menyebutkan seharusnya, sudah bukan waktunya untuk mengkaji cara pimpinan menegur bawahan.

"Jangan fokus pada tempat dan cara pimpinan menegur bawahan. Karena itu sudah terjadi di depan khalayak dan terliput media, maka mengharapkan Plt Gubri untuk bertindak lebih elegan tak relevan lagi," kata Zulwisman, Kamis (28/5/2026).

Ia mengingatkan bahwa korupsi di lingkungan pemerintahan telah menjadi persoalan kronis yang merugikan masyarakat. Karena itu, respon cepat dari pengawas internal dalam hal ini Inspektorat sangat dibutuhkan.

"Yang perlu disadari bersama adalah korupsi sudah menjadi bencana berkepanjangan di negeri ini. Pesan Plt Gubri harus ditindaklanjuti oleh Inspektorat sebagai pengawas internal maupun oleh Disdik secara cepat, tepat dalam dimensi transparansi dan akuntabel," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut pernyataan Plt Gubri di muka umum seharusnya dibaca sebagai instruksi kerja bagi Inspektorat.

"Perintah Plt Gubri harus dipandang oleh Inspektorat sebagai perintah tersirat," tegasnya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, meminta seluruh Kepala Sekolah di Provinsi Riau untuk fokus pada tugas pendidikan dan tidak tercampur dengan urusan teknis pembangunan ataupun urusan proyek.

"Karena tugas utama Dinas Pendidikan dan guru adalah mengajar, bukan sibuk mencari proyek ke proyek. Akibat sibuk mengurusi proyek, perhatian terhadap kurikulum pendidikan menjadi hilang sama sekali," jelasnya.

Diungkapkan, hal tersebut menjadi pengingat agar sektor pendidikan kembali pada fungsi dasarnya. Secara khusus, ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar memusatkan perhatian pada pengelolaan sekolah.

SF Hariyanto menyebutkan bahwa dirinya telah mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah pejabat pendidikan yang dinilai menyimpang dari aturan. Langkah pencopotan jabatan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dan hasil evaluasi internal.

"Sudah berapa banyak Kepala Cabang Dinas Pendidikan yang saya copot karena ketahuan berbuat aneh dari laporan-laporan yang masuk ke saya. Oleh karena itu, saya minta kepada kita semua, mohon bekerjalah dengan hati dan dengan ikhlas," terangnya.

"Saya titip pesan kepada para Kepala Sekolah, jangan sekali-sekali main proyek. Jaga integritas kita, malu kita kepada masyarakat. Sekarang ini kedepannya harus siap untuk bekerja sesuai tugas kita," pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler