APKASINDO Kumpulkan Petani Sawit se-Kalbar, Bahas Ancaman Ganoderma hingga Regenerasi Petani

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:29:49 WIB
Ketua Umum DPP Apkasindo, Dr Gulat Medali Emas Manurung.

PONTIANAK (RA) - Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia menggelar pertemuan petani sawit se-Kalimantan Barat dalam workshop bertema Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk untuk Keberlanjutan Perkebunan Sawit di Universitas Tanjungpura, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan itu menitikberatkan pada keberlanjutan perkebunan sawit rakyat, menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) petani, hingga penguatan kemitraan koperasi petani sawit.

Workshop tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri sawit. Hadir mewakili Gubernur Kalbar, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Drs. Ignasius IK, SH., M.Si, Wakil Rektor Untan Prof. Dr. Rer.Nat. Ir. R.M. Rustamaji, M.T., IPU, unsur Forkopimda, perwakilan BPDP, Dirjen Perkebunan, GAPKI Kalbar, serta petani sawit dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Ketua Umum DPP APKASINDO Gulat Medali Emas Manurung dalam sambutannya menyoroti ancaman penyakit Ganoderma dan hama kumbang tanduk yang dinilai menjadi persoalan serius di perkebunan sawit rakyat Kalbar.

Menurutnya, Kalbar menjadi salah satu daerah yang mulai serius membahas pengendalian dua ancaman utama tersebut demi menjaga produktivitas kebun sawit rakyat.

"Kalbar menjadi salah satu daerah yang serius membahas pengendalian Ganoderma dan kumbang tanduk. Ini penting untuk keberlanjutan sawit rakyat ke depan," ujarnya.

Gulat menegaskan APKASINDO akan terus mengawal kepentingan petani sawit rakyat di tengah dinamika industri sawit nasional. Ia menilai petani sawit harus mendapatkan posisi yang kuat dalam rantai industri sawit nasional.

"Kita ingin petani sawit menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mendapatkan harga yang adil," katanya.

Sementara itu, Ketua DPW APKASINDO Kalbar Indra Rustandi mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan pemahaman petani sawit, khususnya petani swadaya, terkait pengelolaan kebun yang berkelanjutan dan produktif.

Menurut Indra, penguatan sumber daya manusia menjadi fokus utama kepengurusan APKASINDO Kalbar. Ia menyebut regenerasi di sektor sawit menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui pendidikan dan peningkatan kompetensi generasi muda.

"Tujuan kami adalah bagaimana petani sawit lebih memahami dan mengerti kondisi kebunnya masing-masing di wilayahnya," ujarnya.

Indra mengungkapkan saat ini program beasiswa sawit di Kalbar masih terbatas dan baru berjalan di satu perguruan tinggi. Karena itu, pihaknya mendorong kerja sama yang lebih luas dengan berbagai kampus dan politeknik di daerah.

"Fokus utama kami adalah sumber daya manusia dan regenerasi petani sawit," katanya.

Dalam workshop itu, para peserta juga mendapatkan pemaparan teknis dari akademisi, praktisi, dan stakeholder industri sawit terkait pengendalian penyakit Ganoderma dan hama kumbang tanduk yang dapat menurunkan produktivitas tanaman sawit.

Indra turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari BPDP, DPP APKASINDO, Sawit Setara, GAPKI Kalbar, PPKS, BSI, Saraswanti, DPX Sriwijaya, hingga PKKS Parindu.

Ia juga mengapresiasi kehadiran pengurus dan petani sawit dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar seperti Sambas, Bengkayang, Sintang, Ketapang, Sanggau, Landak, Melawi, Kayong Utara, hingga Pontianak.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sawit rakyat sekaligus mendukung program mandatori biodiesel B50 yang tengah didorong pemerintah.

 

Tags

Terkini

Terpopuler