Rakernas di Solo, GAPKI Perkuat Sinergi dengan Pemerintah demi Ketahanan Pangan dan Energi

Jumat, 22 Mei 2026 | 15:54:23 WIB
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono.

SOLO (RA) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional yang berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GAPKI 2026 yang digelar di Solo, 20-22 Mei 2026.

Ketua Umum Eddy Martono mengatakan industri kelapa sawit Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendukung swasembada pangan dan energi nasional. Karena itu, GAPKI menilai kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah harus terus diperkuat.

“Ini mencerminkan tekad bersama bahwa industri kelapa sawit Indonesia harus terus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan nasional, baik untuk mendukung swasembada pangan maupun energi,” ujar Eddy Martono dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Rakernas tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kemenko Bidang Perekonomian RI, Dida Gardera, serta jajaran dewan pembina, dewan pengawas, dewan pakar, dan perwakilan cabang GAPKI dari seluruh Indonesia.

Eddy menegaskan, sinergi dengan pemerintah harus tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keadilan bagi seluruh pelaku usaha, termasuk petani sawit. Menurutnya, kebijakan yang adil dan konsisten akan menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus memberikan kepastian bagi industri.

Ia juga optimistis industri sawit nasional masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia serta kesejahteraan masyarakat.

“Dengan pengalaman GAPKI selama 45 tahun, kita akan mampu menyusun program kerja yang handal dan mampu mendorong industri sawit Indonesia tumbuh secara berkelanjutan, inklusif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Dalam rakernas tersebut, GAPKI juga menggelar focus group discussion (FGD) yang membahas transformasi riset dan inovasi perkebunan sawit. Diskusi menghadirkan sejumlah pihak, mulai dari Badan Pengelola Dana Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pusat Penelitian Kelapa Sawit hingga Badan Karantina Indonesia.

Forum tersebut mengkaji berbagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri kelapa sawit nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Tags

Terkini

Terpopuler