‘Gaslighting’ dan ‘Playing Victim’, Kenali Kedua Bentuk Manipulasi Emosional

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:25:36 WIB
Ilustrasi.

RIAUAKTUAL (RA) - Istilah ‘gaslighting’ dan ‘playing victim’ sama-sama berkaitan dengan manipulasi emosional, namun memiliki perbedaan mendasar dalam pola perilakunya. Gaslighting dilakukan pelaku untuk membuat korban meragukan realitas dirinya, sedangkan playing victim muncul ketika seseorang terus menempatkan diri sebagai korban berbagai keadaan.

Dilansir dari Halodoc, gaslighting merupakan manipulasi psikologis yang membuat korban perlahan meragukan persepsi dan kewarasannya. Praktik kekerasan emosional tersebut dilakukan pelaku untuk mengontrol korban melalui kebingungan, ketidakpastian, serta tekanan berkepanjangan.

Istilah gaslighting semakin populer setelah kemunculan film klasik ‘Gaslight’ yang menampilkan manipulasi psikologis seorang suami. Dalam cerita tersebut, sang istri terus dibuat mempertanyakan ingatan, persepsi, dan kondisi mentalnya sendiri perlahan.

Dampak gaslighting terhadap kesehatan mental korban dinilai serius karena memicu kebingungan dan hilangnya kepercayaan diri. Korban gaslighting juga berisiko mengalami gangguan mental akibat tekanan emosional yang berlangsung dalam waktu lama.

Sementara itu, istilah playing victim menggambarkan kondisi seseorang yang selalu merasa menjadi korban dalam berbagai situasi. Pola pikir tersebut muncul ketika individu merasa tertekan lalu berusaha membentengi diri dari kemungkinan kesalahan pribadi.

Playing victim terjadi saat seseorang merasa menderita meskipun bukti sebenarnya menunjukkan kondisi yang berbeda dari kenyataan. Individu dengan mentalitas korban juga merasa tidak memiliki kendali terhadap berbagai peristiwa yang dialaminya sehari-hari.

Kondisi playing victim termasuk masalah kesehatan mental yang dapat mempengaruhi hubungan sosial, pekerjaan, hingga kesehatan emosional seseorang. Mentalitas tersebut berkembang sebagai mekanisme penanganan pengalaman traumatis serta rasa sakit emosional berkepanjangan sebelumnya.

Playing victim biasanya muncul pada individu yang mengalami pengkhianatan atau situasi tanpa kendali dalam kehidupannya. Kondisi tersebut juga sering ditemukan pada pengidap gangguan penggunaan alkohol maupun narkoba akibat pengaruh lingkungan sekitar.

Memahami gaslighting dan playing victim penting dilakukan agar masyarakat lebih mengenali berbagai bentuk manipulasi emosional di sekitarnya. Dengan pemahaman tersebut, individu diharapkan lebih mampu menjaga kesehatan mental serta membangun hubungan sosial yang sehat.

Terkini

Terpopuler