RIAUAKTUAL (RA) - Sirenomelia atau bisa disebut Mermaid Syndrome (Sindrom Putri Duyung), adalah kelainan bawaan lahir yang sangat langka dengan ciri terlahir dengan kedua kaki menyatu sehingga menyerupai ekor putri duyung.
Berdasarkan Laporan Kasus RS Kepresidenan Gatot Soebroto tahun 2017, kondisi ini hanya terjadi pada 0,8 - 1 dari 100.000 kelahiran.
Kelainan ini menjadi anomali perkembangan yang melibatkan gangguan kompleks pada pembentukan organ-organ vital di dalam tubuh janin selama masa kehamilan. Penyebab pasti Sirenomelia masih terus diteliti, namun para ahli merujuk pada gangguan pasokan darah di dalam rahim.
Menurut Alodokter, kondisi ini sering dikaitkan dengan riwayat kesehatan ibu, salah satunya adalah diabetes melitus gestasional. Ibu hamil yang menderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan Sirenomelia.
Selain itu, hipotesis utama dalam dunia medis menyebutkan adanya penyimpangan aliran darah yang menjadikan arteri umbilikalis mengambil nutrisi yang seharusnya disalurkan ke bagian bawah tubuh janin, sehingga perkembangan kaki dan organ panggul menjadi terhenti.
Dampak dari Sirenomelia sangat serius karena memengaruhi banyak sistem organ sekaligus. Bayi dengan sindrom ini umumnya terlahir tanpa ginjal (agenesis ginjal), tidak memiliki lubang anus (anus imperforata), serta mengalami kelainan pada kandung kemih dan organ reproduksi.
Kurangnya produksi urine akibat ketiadaan ginjal menyebabkan air ketuban menjadi sangat sedikit (oligohidramnion). Kondisi ini sangat fatal karena air ketuban sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan paru-paru janin. Tanpanya, bayi akan sulit bernapas yang segera setelah lahir.
Deteksi dini menjadi kunci utama dalam menghadapi kasus Sirenomelia. Berdasarkan Laporan Kasus RS Kepresidenan Gatot Soebroto oleh Mediana Sutopo dan Tiarma Uli, kelainan ini sudah dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan Ultrasonografi (USG) sejak trimester kedua atau awal trimester ketiga kehamilan. Tanda-tanda yang biasanya ditemukan dokter meliputi jumlah air ketuban yang sangat sedikit secara ekstrem serta tidak terlihatnya struktur tulang kaki yang terpisah. Diagnosis dini sangat penting bagi orang tua dan tim medis untuk mempersiapkan langkah-langkah penanganan yang sangat intensif atau untuk memahami prognosis yang sering kali kurang menguntungkan.
Sirenomelia adalah kondisi medis yang memerlukan penanganan multidisiplin karena kompleksitasnya. Meskipun angka harapan hidup bagi penderitanya sangat rendah, perkembangan teknologi kedokteran terus diupayakan untuk memberikan penanganan terbaik agar bayi mampu bertahan hidup melalui operasi pemisahan tungkai dan rekonstruksi organ. Memahami faktor risiko, seperti menjaga kadar gula darah selama kehamilan, merupakan langkah preventif yang sangat dianjurkan para ahli kesehatan untuk menekan kemungkinan terjadinya kelainan bawaan langka ini di masa depan.