PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, akan membentuk Dinas Perikanan dan Peternakan untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Karena kita tau program MBG adalah program besarnya bapak Presiden Prabowo. Maka itu agar lebih fokus, kita membentuk Dinas Perikanan dan Peternakan," kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, usai mengikuti Rapat Paripurna dengan agenda Laporan Pansus Pembahasan Ranperda Kota Pekanbaru tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, bertempat di gedung DPRD setempat, Senin (11/5/2026).
Selain Dinas Perikanan dan Peternakan, Pemko Pekanbaru juga akan membentuk Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Dijelaskan Wako Agung, pariwisata sendiri sebelumnya merupakan gabungan dari Dinas Kebudayaan. Untuk menyesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menuju Pekanbaru yang berbudaya, maju dan sejahtera, kebudayaan akan dibentuk menjadi satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Ini (Dinas Kebudayaan) juga nanti yang akan membuat program dan menggali kebudayaan yang ada di Kota Pekanbaru dan melestarikannya. Karena kita tau Pekanbaru ini masih sangat kental dengan budaya," ucapnya.
Kemudian, lanjut Wako Agung, pariwisata akan dibentuk menjadi OPD tersendiri menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
"Jadi, pariwisata ini kita tambah dengan ekonomi kreatif. Karena kita tau bahwa Pekanbaru ini merupakan kota yang maju, tentu ada pertambahan dari para pelaku ekonomi kreatif. Untuk itu kita tambahkan namanya menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," paparnya.
Pembentukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terang Walikota Agung, juga bertujuan untuk menyesuaikan dengan program Pemerintah Pusat khususnya di Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif.
"Intinya, kita sedang melakukan evaluasi agar struktur organisasi di Pemko Pekanbaru tetap relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Kita ingin birokrasi yang lebih lincah dan berorientasi pada hasil nyata untuk masyarakat," pungkasnya.