Komisi IX DPR RI Gandeng BBPOM Pekanbaru Edukasi Warga Kampar Utara

Sabtu, 09 Mei 2026 | 22:29:16 WIB
Kepala BBPOM Pekanbaru, Alex Sander

KAMPAR (RA) - Ratusan warga RT 001 RW 001 Dusun I Kapur, Desa Sendayan, Kecamatan Kampar Utara, memadati Aula PDTA Dusun I Kapur, Sabtu (9/5/2026). Mereka mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang digelar Anggota Komisi IX DPR RI H Sahidin bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru.

Kegiatan itu bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait bahaya penggunaan kosmetik ilegal dan produk tanpa izin edar.

Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, mengatakan masyarakat saat ini harus lebih cerdas dalam memilih produk kosmetik dan obat-obatan di tengah maraknya promosi produk ilegal di media sosial.

"Kami ingin warga Desa Sendayan tidak hanya jadi pembeli, tapi juga menjadi pengawas mandiri. Kenali BPOM sebagai sahabat yang menjaga dapur dan meja rias masyarakat tetap aman," ujar Alex Sander.

Dalam sosialisasi tersebut, warga juga diedukasi mengenai pentingnya menerapkan Cek KLIK, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk.

Menurut Alex, masyarakat jangan mudah percaya dengan klaim kosmetik yang menjanjikan hasil instan dalam waktu singkat.

"Jangan mau dibohongi iklan putih dalam tiga hari. Sering kali produk seperti itu mengandung merkuri yang bisa merusak kulit. Cantik itu penting, tapi sehat itu wajib," tegasnya.

Alex juga memperagakan cara memeriksa nomor izin edar produk melalui aplikasi BPOM Mobile agar masyarakat dapat memastikan keamanan produk secara mandiri.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI H Sahidin menegaskan komitmennya untuk terus menggandeng BBPOM dalam memberikan edukasi kesehatan hingga ke pelosok desa.

Ia mengaku tidak ingin masyarakat menjadi korban produk abal-abal yang berpotensi membahayakan kesehatan.

"Saya tidak ingin ada warga Dusun I Kapur yang sakit karena kosmetik abal-abal, atau anak-anak kita gagal tumbuh karena obat dan makanan yang tidak aman. Hari ini kita bawa ilmunya, besok kita terapkan di rumah masing-masing," kata Sahidin.

Kegiatan berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi diskusi serta foto bersama. Warga pun diharapkan semakin kritis dalam memilih produk kesehatan dan kosmetik yang aman digunakan.

Tags

Terkini

Terpopuler