RIAUAKTUAL (RA) - Produk dan perawatan yang diklaim dapat membuat tampak awet muda selalu populer sejak dulu. Seiring perkembangan zaman, teknologi kecantikan pun semakin canggih, namun ada satu metode sederhana yang kini kembali diminati, yaitu akupuntur kosmetik di wajah.
Akupuntur kosmetik pada dasarnya serupa dengan akupuntur tradisional, hanya berbeda pada titik penusukan dan tujuannya. Metode ini tidak melibatkan penyuntikan cairan apa pun ke dalam kulit, sehingga dianggap sebagai alternatif yang lebih alami untuk menjaga tampilan kulit tetap awet muda.
Dr. Lana Kadir, praktisi estetik medis di Ceia Clinic Dubai, menjelaskan bahwa akupuntur wajah bekerja dengan menciptakan stimulasi mikro yang terkontrol. Proses ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, merangsang produksi kolagen, serta meningkatkan vitalitas kulit tanpa mengubah struktur wajah secara signifikan. Karena itu, metode ini kerap disebut sebagai alternatif alami pengganti botox dan filler.
Namun, para ahli menegaskan bahwa akupuntur wajah tidak dapat memberikan efek volume seperti filler dermal. Istilah 'filler alami' lebih merupakan strategi pemasaran, karena secara biologis akupuntur tidak bekerja seperti gel asam hialuronat atau bahan sejenis.
"Sesi akupuntur kosmetik yang dilakukan secara berulang dapat membantu memperbaiki sirkulasi dan mendukung pembentukan kolagen secara bertahap. Efeknya berbeda jauh dengan suntikan yang langsung menambah volume," jelas Dr. Dragana Spica, spesialis bedah plastik di Aesthetics by King's College Hospital Dubai seperti dikutip dari Vogue Arabia.
Meski demikian, akupuntur kosmetik di wajah tetap memiliki banyak peminat. Banyak orang kini lebih memilih perawatan yang bersifat regeneratif tanpa suntikan, terutama untuk menghindari risiko seperti penyumbatan limfatik atau hasil wajah yang terlihat kurang alami.
Dr. Kiran Sethi, pendiri Isya Aesthetics and Active Longevity di Delhi, menyebutkan bahwa tren kecantikan kini mulai bergeser. "Pasien beralih dari prosedur instan yang mengubah struktur wajah ke metode yang meregenerasi kulit, meskipun prosesnya lebih lama," ujarnya.
Umumnya, perawatan ini direkomendasikan sebanyak delapan hingga 12 sesi untuk hasil optimal. Perawatan lanjutan juga penting karena efek akupuntur tidak bersifat permanen. Kulit dapat tampak lebih cerah dan garis halus berkurang, asalkan tetap dirawat secara konsisten.
Akupuntur wajah diklaim dapat membantu mengencangkan dan menghaluskan kulit karena meningkatkan elastisitas otot wajah. Menurut Dr. Sethi, peningkatan kekencangan kulit sekitar 10-15 persen sudah termasuk hasil yang baik. Dengan perawatan berulang, kulit juga dapat menjadi lebih sehat dan tidak terlalu sensitif.
Meski menawarkan berbagai manfaat, Dr. Kadir menegaskan bahwa akupuntur wajah lebih berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti prosedur medis seperti suntikan. Metode ini bekerja untuk mengoptimalkan kondisi kulit, bukan untuk mengoreksi atau mengubah struktur wajah secara drastis. Pada akhirnya, pilihan kembali pada preferensi dan hasil yang diinginkan masing-masing individu.