BBM Industri Naik, Perusahaan di Kampar Nekat Lakukan Cara Licik

Ahad, 03 Mei 2026 | 10:10:16 WIB
Ilustrasi.

 PEKANBARU (RA) - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri jenis solar yang menembus angka tinggi dalam beberapa waktu terakhir ternyata memicu berbagai cara curang di lapangan. Sejumlah pelaku usaha diduga nekat mengakali aturan demi menekan biaya operasional.

Salah satu praktik tersebut terungkap di sebuah pabrik yang beroperasi di kawasan Jalan Garuda Sakti, Kabupaten Kampar, Riau. Perusahaan tersebut diduga memanfaatkan BBM subsidi jenis biosolar untuk menjalankan operasional alat berat mereka, seperti forklift.

Seorang pekerja di pabrik tersebut, Anto (nama samaran), mengungkapkan bahwa perusahaan menginstruksikan sopir truk untuk mengisi biosolar bersubsidi yang harganya jauh lebih murah, yakni sekitar Rp 6.800 per liter.

"Setiap hari ada tiga unit truk antre isi solar. Setelah itu dibawa ke pabrik, dibongkar, lalu antre lagi sampai kuota habis," ujar Anto, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, praktik ini dilakukan hampir setiap hari demi menjaga operasional perusahaan tetap berjalan. Pasalnya, harga BBM industri yang telah melampaui Rp 30 ribu per liter dinilai terlalu membebani biaya produksi.

"Kalau tidak begitu, forklift tidak jalan. Pernah kemarin kehabisan solar, jadi operasional terhenti menunggu pasokan dari truk," tambahnya.

Anto menjelaskan, terdapat lima unit forklift yang digunakan setiap hari di pabrik tersebut. Seluruhnya bergantung pada pasokan BBM yang diangkut oleh tiga unit truk tadi.

"Memang kebutuhan besar, karena forklift bekerja rata-rata delapan jam tanpa henti. Mesin terus hidup selama operasional," jelasnya.

Praktik ini tentu menyalahi aturan, mengingat BBM subsidi diperuntukkan bagi sektor tertentu dan bukan untuk kepentingan industri. Jika terbukti, tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum serta merugikan negara.

Tags

Terkini

Terpopuler