RIAUAKTUAL (RA) - Orang dulu banyak yang menyarankan saat anak kena cacar air tidak boleh mandi atau terkena air. Faktanya, anak tetap perlu mandi saat kena cacar air.
Mandi dilakukan agar tubuh tetap bersih dan nyaman. Saat anak kena cacar air lalu tidak mandi justru bisa membuat si Kecil semakin tidak nyaman karena rasa gatal yang muncul.
“Pada varisela, biasanya muncul rasa gatal yang sangat mengganggu. Anak perlu dimandikan, karena kalau tidak, keringat bisa terperangkap dan memperparah rasa tidak nyaman,” jelas Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp.I.P.T(K) dalam webinar, dilansir melalui liputan6com.
Selain itu, orangtua disarankan memakaikan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat agar tidak mengiritasi kulit. Jika dokter meresepkan antihistamin, pastikan obat dikonsumsi sesuai anjuran karena dapat membantu mengurangi rasa gatal sehingga anak bisa beristirahat lebih baik.
Ratni mengatakan pada anak yang mengalami cacar air terus terhidrasi atau cukup cairan. Lalu, pastikan juga anak mendapatkan asupan makanan yang bergizi."Ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh," pesannya.
Apa Itu Cacar Air?
Varisela atau cacar air merupakan infeksi primer akibat virus Varicella-Zoster Virus (VZV).
Penyakit ini ditandai dengan demam serta munculnya ruam vesikular yang menyebar di seluruh tubuh, terutama pada anak-anak.
Ruam biasanya berawal dari wajah dan badan, kemudian menyebar ke ekstremitas. Selain kulit, lesi juga dapat muncul di mukosa seperti mulut, mata, hingga area genital.
Ratni mengatakan varisela merupakan penyakit yang sangat menular, dengan angka reproduksi dasar (R0) mencapai 8–12. Penularan terjadi melalui udara (droplet), serta kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit.
"Lingkungan tertutup seperti sekolah, rumah, atau bangsal perawatan menjadi lokasi yang berisiko tinggi terjadinya penyebaran," katanya.
Masa penularan berlangsung hingga seluruh lesi mengering dan membentuk krusta. Oleh karena itu, isolasi pasien serta penerapan kebersihan yang baik sangat penting untuk mencegah penularan ke anak lain atau anggota keluarga.
Gejala Cacar Air
Pada anak yang belum diimunisasi, varisela biasanya diawali dengan demam, lemas, nafsu makan menurun, sakit kepala, hingga nyeri ringan pada perut. Setelah itu muncul ruam yang berkembang bertahap dari makula, papul, vesikel, hingga akhirnya mengering menjadi krusta. Keunikan varisela adalah munculnya lesi dengan berbagai tahap sekaligus pada satu waktu.
Meski pada anak sehat biasanya bersifat ringan, cacar air berpotensi menimbulkan komplikasi, terutama pada bayi, anak dengan daya tahan tubuh rendah, ibu hamil, dan pasien imunokompromi.